GAWAT PULUHAN TAHUN SDN DIBILAH HILIR TIDAK PUNYA GURU AGAMA

GAWAT PULUHAN TAHUN SDN DIBILAH HILIR TIDAK PUNYA GURU AGAMA
Bagikan

METRORAKYAT.COM | LABUHANBATU – Puluhan tahun berdiri, sejumlah murid dari 16 Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kecamatan Bilah Hilir, Labuhanbatu tidak mengenal yang namanya guru agama, khususnya guru Agama Kristen. Nilai dalam raport diduga fiktif.

Meski dinilai melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia (HAM) juga Peraturan Pemerintah (PP) nomor 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, yang mewajibkan setiap peserta didik pada satuan pendidikan disemua jalur, jenjang dan jenis pendidikan berhak mendapatkan pendidikan agama sesui agama yang dianutnya.

Kondisi tersebut sepertinya hanya dipandang sebelah mata oleh pihak terkait khususnya dinas pendidikan Kabupaten Labuhanbatu yang berwenang didalamnya.

Kepala Unit Pengelola Tehnis (KUPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Bilah Hilir, Muhammad Said saat dikonfirmasi wartawan beberapa bulan lalu terkait hal itu mengaku, guru agama dimaksud sudah dipenuhi pada semester tahun ini.

Namun dari pantauan wartawan di sejumlah sekolah dimaksud kondisinya masih seperti dulu, tidak ada guru Agama Kristen yang melakukan aktivitas belajar-mengajar disana.

“Semester ini akan diadakan”, ungkap Said saat itu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu, Sarimpunan Ritonga saat dimintai tanggapannya atas kondisi tersebut, Senin (16/10/2017) lalu kepada wartawan memiliki alasan tersendiri, dia mengatakan  pemerintah belum membuka lowongan untuk merekrut Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk Guru Agama Kristen.

“Sampai sekarang belum ada Pemerintah Pusat merekrut guru”ungkap Sarimpunan.

Ditanya, adanya wewenang Kadisdik melakukan kebijakan untuk menghimpun kepada para kepala sekolah dalam pengadaan Guru Honorer untuk dijadikan guru agama, dirinya mengatakan sudah melakukan hal itu.

“Sudah saya perintahkan itu” katanya mengakhiri.

Salah seorang wali murid, Boru Sitanggang (34) warga Bilah Hilir, saat dimintai tanggapannya, Senin (30/10/2017) terkait kondisi tersebut kepada wartawan berharap agar guru agama Kristen itu dapat secepatnya terealisasi.

“Maunya secepatnya lah, kasihan juga kan, diusia sekolah dasar tidak diajarkan pendidikan agama” ungkap Boru Sitanggang.(MR/Haposan Sinaga).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.