Kenangan Terakhir Di Mata Sahabat, Korban Pembunuhan Sopir Taksi Online
METRORAKYAT.COM | MEDAN — Suasana duka menyelimuti keluarga besar David Julher Simanjuntak (46), warga Jalan Kemiri, Kelurahan Sudirejo 2, Kecamatan Medan Kota. Para kerabat berduyun-duyun datang melayat korban pembunuhan tersebut.
Informasi dari berbagai sumber mengatakan, tersangka pembunuh supir Taksi Online ini membawa lari satu buah mobil dan handphone, tak lain milik korban.
Salah seorang sahabat korban sewaktu dibangku SMA mengatakan, David adalah alumnus Sekolah SMA St. Thomas 2, Medan. Korban diketahui jurusan Fisika dan tergolong pelajar yang pintar.
“Saya satu angkatan dengan almarhum di SMA Katolik Santo Thomas dulu. Akrab kali aku bang dengan mendiang, kami di alumni ada arisan keluarga, setiap bulan pasti jumpa. Kami tamat thn 90. Korban ini orangnya baik, gak banyak bicara,cuma lucu pembawaannya,” kenang sahabat David, N.Panggabean kepada www.metrorakyat.com, Minggu (24/9/2017).

N. Panggabean mengatakan bahwa kemarin, Sabtu, adalah jadwal arisan. Namun, korban tidak menghadirinya, dan menyuruh istrinya untuk datang.
Informasi yang berhasil dihimpun redaksi, David berprofesi sebagai pengemudi Taksi Online. Pada informasi tersebut, David menerima pesanan penumpang terakhir dari Jalan Sutomo tujuan Jalan Wahidin, sekira pukul 19.00 wib. David diketahui sebagai sopir Grabcar ini mengendarai Avanza putih BK 1281 BP.
Pada jasad korban, ditemukan luka tusukan. Sampai berita ini diturunkan, pihak Kepolisian belum memberikan keterangan resminya. (RED/MR).

