Sadis…. Ini Jumlah Luka Yang di Derita Korban Pembunuhan Sopir Taksi Online di Medan

Sadis…. Ini Jumlah Luka Yang di Derita Korban Pembunuhan Sopir Taksi Online di Medan
Bagikan

METRORAKYAT.COM  |  MEDAN — Sopir Taksi Online David Julher Simanjuntak (46), meninggal dunia usai dibunuh orang tak dikenal, Minggu dinihari (24/9/2017). Mayat ditemukan di jalan Sempurna, Kecamatan Medan Kota, dengan luka bacokan sebanyak 26 tusukan, dan terdapat empat luka sayatan benda tajam, diduga korban melakuka  perlawanan saat hendak dibunuh.  Korban meninggalkan satu orang istri, Rosita Sihombing (42) dengan dua orang putrinya.

Ketua Alumni SMA Santo Thomas Medan 2 Tahun 90, Nico Panggabean menyampaikan ungkapan duka cita sedalam-dalamnya atas kehilangan salah seorang rekan terbaik saat masa di bangku SMA.

Nico mewakili sahabat dan keluarga menyampaikan agar Polisi bekerja keras menangkap pelaku, yang melakukan pembunuhan sadis kepada sahabatnya itu.

Pelaku ini benar-benar kejam. Lebih kejam dari PKI. Saya lihat dari foto-foto luka si korban, sadis kali bang. Hukuman mati aja bang, karena pelaku ini kayaknya sudah berencana. Karena si korban di bacok dengan senjata tajam dan kayaknya sudah di rencanakan mau merampok supir grab. Kalau dapat si pelaku, sampai sidangnya pun akan kami kawal sampai putus hukuman. Saya undang teman-teman alumni SMA untuk hadir. Kebetulan saya ketua alumni SMA ST. THOMAS 2 tahun 90,” tegas Nico kepada www.metrorakyat.com, Minggu (24/9) saat ditemui di kediaman korban.

Rosita Sihombing, istri David J. Simanjuntak, saat berfoto pada arisan Alumni SMA St. Thomas 2 Medan Tahun 90. (Foto sebelah Kanan).

Korban kata Nico, masih sempat melakukan perlawanan dengan orang yang akan membunuhnya. Dilihat dari luka sayatan sebanyak empat, pada tangan kiri dan kanan.  

“Kayaknya si korban melawan bang, makanya banyak bacokan. Ditangannya aja sy liat di foto ada 4 sayatan kiri kanan. Sadis kali kuliat tadi jenazahnya bang. Ada 26 bacokan. Batok kepala korban aja sampai di jahit. Aku tadi di kasih lihat foto-foto korban sama familinya waktu di rumah sakit brimob,” tutur Nico.

Bahkan kata Nico, istri korban masih sempat ikut arisan alumnus SMA St.Thomas 2 Medan, sehari sebelum kepergian suaminya. Nico dan rekan-rekan David tidak menyangka, bahwa David dibunuh secara keji.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian. David Julher Simanjuntak diduga dirampok dan dibunuh, terlihat dari mobil dan handphone milik korban tidak ditemukan. (RED/TEAM).

 

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.