Terbuat Dari Cor Beton, Bantuan Kapal Nelayan Dari Dana Aspirasi di Konut Tak Bisa Dipakai Melaut

Terbuat Dari Cor Beton, Bantuan Kapal Nelayan Dari Dana Aspirasi di Konut Tak Bisa Dipakai Melaut
Bagikan

METRORAKYAT.COM | SULAWESI — Nelayan yang berada diwilayah Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) tepatnya di Desa Laimeo, Tapunggaya, Kelurahan Sawa dan Tanjung Laimeo harus menelan kekecewaan berat lantaran bantuan 8 unit kapal nelayan yang telah lama dinanti-nanti tak susuai harapan.

Bantuan yang bersumber dari dana aspiras Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konut 2016 dengan nilai ratusan juta rupiah itu dianggap mubasir karena tak bisa digunakan para nelayan untuk menangkap ikan dilaut.

Informasi yang dihimpun awak media melalui Kepala Desa Laimeo, Nurlia K menjelaskan, awalnya dengan hati yang gembira para nelayan dari berbagai desa dan kecamatan sangat gembira dengan turunya bantuan yang bersumber dari dana anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tersebut di desa setempat.

Namun, Alih-alih untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat nelayan dan mempermudah menangkap ikan dilaut, justru malahan saat dilakukan uji coba kapal jenis katintingi itu langsung tenggelam di laut.

Nurlia K mengatakan, tenggelamnya kapal dengan pajang sekitar 10 meter tersebut dikarenakan bahan yang digunakan terbuat dari cor beton sehingga memiliki beban berat yang menyebabkan kapal tak bisa mengapung diatas permukaan air. Kata dia biasanya kapal nelayan jenis katinting seperti itu terbuat dari piber dan kayu khusus untuk melaut.

Diungkapkan, hingga saati ini 2 unit kapal tersebut dibiarkan saja tergeletak dipinggir pantai laimeo karena tak bisa dimanfaatkan. Sementara 6 lainya diambil masyarakat setempat untuk digunakan sebagai penadah air hujan.

“Bebannya sangat berat sampai biar 40 orang itu tidak bisa diangkat. Bagimana mau tidak tenggalam bahan terbuat dari cor beton Ini mubasirmi. Mesinnya saja mereka ambil baru mereka buat sendiri kapal,”Kata Nurlia K saat menunjukkan dua kapal bantuan yang terbengkalai dipinggir laut laimeo, Minggu (20/8/2017).

Masyarakat nelayan berharap ada perhatian serius dari Pemerintah setempat menanggapi persoalan tersebut yang dianggap sangat merugikan. Agar kedepannya bantuan yang akan disalurkan betul-betul dapat dimanfaatkan demi kesejahteraan masyarakat.(MR2/Muh.Nur).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.