Kata Arist Merdeka Sirait, Narkoba masih berpotensi tinggi di kota Tanjung Balai. BNN dan Polres diminta tegas…
METRORAKYAT.COM | MEDAN — Polres Tanjung Balai dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara diminta tegas untuk atasi peredaran Narkotika di daerah Tanjung Balai, Sumatera Utara. Selain itu, aktivis ini juga mengatakan bahwa belum ada tindakan signifikan terkait peredaran narkotika di Tanjung Balai. Hal ini ditegaskan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas PA Indonesia kepada www.metrorakyat.com saat dihubungi, Minggu (6/8/2017) sekira pukul 19.50 wib.
“Satu tahun lalu kita lihat data dari Badan Narkotika Nasional yang menyatakan bahwa pengguna narkotika di Tanjung Balai cukup tinggi. Jumlah pelajar yang terpapar narkoba itu mencapai 41,08 persen dari 9.780 siswa/i. Dari 11 sekolah SMK saat di survey dengan test urine, dengan sample 30 siswa/i per-sekolah, hasilnya hanya 1 sekolah yang negatif sebagai pengguna narkotika”, jelas aktivis anak ini.

Di kota Tanjung Balai kata Arist, sangat subur untuk menjadi basis peredaran narkotika. Karena daerah tersebut adalah transit atau lintas antara pulau dan negara, untuk penyedupan narkotika.
“Di Tanjung Balai beberapa waktu lalu, kita temukan kasus kematian pelajar perempuan akibat kejahatan seksual, dan kejahatan seksual itu terjadi karena pelakunya menggunakan narkoba. Maka sudah sangat parah dan benar-benar harus diatasi secara bersama-sama dalam pemberantasannya”, tegasnya.
Kesimpulannya, tingkat pengguna narkoba di kalangan pelajar kian mengkhawatirkan dan perlu adanya pengawasan bagi orangtua dan pihak sekolah.
“Banyak anak yang bahkan dimanfaatkan para bandar dan pengedar untuk menjual narkoba di lingkungan sekolah. Biasanya, alur peredaran narkoba di tingkat sekolah dilakukan toilet, atau di kantin pada saat jam-jam istirahat,” ungkapnya lagi.
Arist minta BNN dan Kapolres tegas berantas narkoba sampai ke akarnya.
Arist juga meminta pihak kepolisian setempat dan BNN untuk serius menanggapi peredaran Narkoba yang semakin menjadi-jadi.
“Kita butuh tindakan para penegak hukum yang signifikan terhadap meningkatnya kasus peredaran dan pengguna narkoba di Tanjung Balai, sampai ke akar-akarnya. Dan oknum yang menjadi perantaranya turut ditangkap”, pungkas pria kelahiran Pematangsiantar ini. (MR/RED).

