Bupati Konut Benah Desa Terpencil Dibukit Gunung Amorome, Kesedihan Masyarakat Terhapuskan
METRORAKYAT.COM | SULAWESI UTARA — Bupati Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), Ruksamin melakukan pembenahan dasa terpencil dibukit gunung amorome. Desa tersebut ialah Desa Amorome Utama, Kecamatan Asera.
Dalam kegiatan itu melibatkan langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Konut, Marthya, unusur pimpinan TNI (Koramil Asera), Polri (Polsek Asera) wilayah Konut dan seluruh Kepala SKPD serta jajaran ASN Konut.

Dalam kegiatan yang dipimpin langsung Bupati Konut, Ruksamin menyalurkan berbagai faslitas bantuan. Diantranya, pembenahan 47 rumah warga, fasilitas prasarana olah raga, rumah ibadah, pelayanan kesehatan dan KB grtatis, pembagian tangki semprot bagi para petani dan pemberian bibit sayur.
Bupati Konut, Ruksamin menuturkan program jumat barokah yang dijalankan tiap bulan sekali di 13 kecamatan bukan semata-mata untuk mencari popularitas. Akan tetapi, dapat langsung melihat dan merasakan kondisi kehidupan masyarakat diwilayah itu.Apa yang dibutuhkan dan apa yang harus dilakukukan untuk memberikan kehidupan yang layak dan sejahtera.

“Bantuan yang kami salurkan itu hanya sampingan saja. Tapi Inti kegiatan ini ialah siliturahmi dan melihat kondisi serta yang terpenting kita sama-sama melaksanakan yasinan dan doa bersama. Karena salah satu kunci kesuksekan yang akan kita capai akan berhasil dan penuh berkah jika kita dorong dengan doa,”Ungkap Ruksamin dalam sambutannya sesaat sebelum menyalurkan bantuan dan halal bilhal di desa itu. Sabtu, (5/8/2017).
Diakatakan program jumat barokah berperan penting dalam meminimalisir desa-desa yang tergolong sangat terpencil dan jauh dari perhatian pemerintah agar lebih baik dan maju. Untuk wilayah Konut tak sedikt desa yang membutuhkan sarana dan prasaraana seperti, listrik, air bersih, fasilitas pendidikan, ibadah dan peningkatan ekonomi masyarakat dibidang pertanian dan perkebunan.
“Inilah tujuan kami. Saya sengaja bawa 42 SKPD saya supaya dapat merasakan dan melihat langsung apa yang harus dilakukan kedepannya sehingga betul-betul tepat sasaran. Dan untuk para kepala SKPD silahkan lihat apa yang menjadi kebutuhan untuk kita anggarakan di tahun depan,”Himbaunya.
Desa Amorome Utama terletak di Kecamatan Asera. Desa ini merupakan salah satu desa yang masuk golongan sangat terpencil dari 159 desa yang berada diwilayah itu. Jumlah penduduknya sebanyak 47 kepala keluarga (KK). Desa tersebut hasil pemekeran dari Desa Asera yang kini berubah status jadi Kelurahan Asera yang kini dihuni 207 jiwa.
Letak Desa Amorome Utama berada dikaki gunung asera dengan tinggi 60 drajat berjarak sekitar 25 kilo meter dari ibu kota wanggudu. Desa yang telah berdiri sejak 2010 itu duulunya sangat jauh dari perhatian pemerintah terdahulu. Fasilitas seperti pos pelayanan kesehatan, sarana pendidikan, lahan pertanian juga tak ada. Alhasil sebagian besa anak di Desa itu tak bersekolah.

Jalan yang menanjak dan berbatu menjadi salah satu alasan masyarakat tak mensekolahkan anaknya. Ditambah tak memiliki alat transportasi untuk menunpuh jalur itu. Untuk berjalan kaki menuju poros jalan berjarak 8 kilo dari puncak gunung dengan waktu 2 sampai 3 jam.
Rumah warga yang terbuat dari dinding papan berukuran 10 kali 10 bertapkan rumbia yang sudah rapuh memperlihatkan kefakuman pemerintah terdahulu terhadap masyarakat yang nota bene sabagai pekerja kebun.
Sejak Konut mekar pada 2007 dan memiliki Bupati definitif, Aswad Sulaiman tak pernah menyalurkan kepada masyarakat. Rata-rata masyarakat hidup dari hasil kebun dan bertani dengan penghasilan Rp 500. Hal itu sangat tidak mencukupi dengan kondisi kebutuhan ekonomi yang meningkat pesat.
“Listrik juga tidak ada pak sejak mekar. Nanti baru-baru ini warga disini dapat bantuan fasilitas tenaga surya dari pusat. Masyarakat disnin sama sekali jauh dari perhatian pemerintah. Sudah pernah ajukan bantuan tapi belum direalisasikan,”Kata Djunadin Kepala Desa Amorome Utama dijumpai awak media Zonasultra.com saat mengunjungi desa tersebut dalam kegiatan Jumat barokah.

Djumadin mengungkapkan adanya program jumat barokah yang dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati Konut, Ruksamin-Raup sejak terpilih di 2015 lalu mampu menghapus kesedihan masyarakat setempat dengan bertemu langsung dan saling sapa antara Pimpinan Daerah dan masyarakat. Berbagai fasilitas juga salurkan. Keluhan masyarakat direspon baik oleh orang nomor satu di konut ini dan segera merealisasikannya.
“Selama ini, baru Bupati yang sekarang ini mau datang ke sini lihat kehidupan kita ini. Alhamdulilha sudah disampaikan tadi tahun depan rumah sekolah insya allah akan dirikan namanya nanti SD 12 Asera. Listrik juga segera akan dimasukkan di desa ini, juga bantuan pertanian dan desa lainnya juga akan disalurkan. Kami sangat senang sekali pemerintah mau perhatikan kami,”Tambah Djumadin.
Juminah (40) warga Desa Amorome mengharapkan, agar program Pemrintah Konut untuk kemajuan desanya betul-betul dapat trealisasikan dan bukan menjadi omongan belaka. Dibeberkan sejak 7 tahun berada didesa itu ibu dua anak ini tak pernah mendapat perhatian dan bantuan dari pemerintah. Sementara hal itu sangat diharapkan mengingat kondisi ekonominya yang serba kekurangan.
“Barupi ini Bupati yang datang berkunjung dan berikan bantuan kepada masyarakat ini yang dulu-dulu tidak pernah. Kami sangat senang karena bisa menyampaikan langsung apa yang kita butuhkan. Kami harap agar program seperti ini bisa terus berjalan,”Ujarnya.(MR2/Jefri)
