Paulus Waterpauw prihatin musibah erupsi Sinabung, yang menimpa warga Karo

Paulus Waterpauw prihatin musibah erupsi Sinabung, yang menimpa warga Karo
Bagikan

METRORAKYAT.COM  |  KARO — Kapolda Sumatera Utara, Irjen. Pol. Drs. Paulus Waterpauw beserta ibu mengunjungi rumah belajar keluarga di GBKP sentrum Kabanjahe Kab. Tanah Karo, Sabtu (5/8/2017) sekira pukul 12.00 wib. Mantan Kapolda Papua ini di dampingi ibu Ketua Bhayangkari Daerah Sumut Ny. Roma Megawanti Pasaribu Waterpauw, dan Para Pejabat Utama Polda Sumut, para pengurus Bhayangkari Polda Sumut. Turut hadir Bupati Karo, Wakil Bupati Karo, Ketua Perhimpunan HK Indonesia Sejahtera Sugeng Pramono, Ketua PSMTI Sumut Tong Ario Angkasa, Koordinator Komunitas Peduli Sinabung, Hansen Sinulingga di GBKP Zentrum rumah belajar keluarga.

Foto Peter.

Kedatangan Kapolda Sumut beserta ibu dan rombongan di sambut dengan Tarian Karo lima serangkai dari Anak anak pengungsian. Tema kegiatan ini “Bersama mendukung keluarga yang belajar untuk membangun generasi muda yang lebih baik”.

Foto Peter.

Hansen Sinulingga menyampaikan informasi terkait rumah belajar keluarga sudah ada di 26 desa yg kena erupsi gunung sinabung. Format rumah belajar keluarga ini menggunakan rumah ibadah pada hari biasa, yang menjadi sukarelawan adalah ibu ibu dari 26 desa tersebut.

Foto Peter.
“Contoh manfaat yang didapatkan anak anak, dari pelatihan mekanik bekerja sama dengan Yamaha motor dan pihak Moderamen GBKP, anak anak ini yang tadinya putus sekolah sudah menjadi mekanik. 
Semoga ide kreatif yang muncul dari kesulitan akibat erupsi gunung Sinabung, dapat di adopsi daerah lain di tanah air. Kegiatan di rumah belajar ini menonjolkan budaya setempat dan kearifan lokal, jelas Hansen.

Foto Peter.

Kapolda Sumut mengucapkan terimakasih atas sambutan yang baik. Paulus jugaturut prihatin atas apa yang menimpa warga di Kabupaten Tanah karo.

Foto Peter.

“Saya sangat suka melihat anak anak yang menari tadi dan juga ibu ibu yang nampak menikmati.  Pesan saya kepada bapak ibu dan anak anak pengungsi supaya tetap kuat, segala sesuatu waktu Tuhan yang terbaik. Kita ambil hikmah dari kejadian ini, yang penting jangan lemah, jangan kendor sehingga bisa mencapai apa yang dii ginkan. Ada rencana Tuhan dibalik kejadian bencana yang bukan karena perbuatan manusia. Ini anak anak hebat, mereka bangkit dari permasalahan yang terjadi, mereka menemukan jati diri bisa memaknai seni tari dan budaya..itu talenta yang dimiliki yang perlu dikembangkan “, ungkap Paulus.

Paulus berharap semoga bencana tersebut bisa surut dan kita bisa hidup seperti sedia kala. Pada kesempatan itu, Paulus mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang turut berpartisipasi untuk menggagas rumah belajar keluaraga untuk anak anak korban pengungsian. (MR/Rico).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.