Satu Tahun Tanpa Solusi: Kebakaran Kebun Sawit Warga Berbatas TPA Tangkahan Durian diduga Kelalaian Petugas Masih Menggantung

Satu Tahun Tanpa Solusi: Kebakaran Kebun Sawit Warga Berbatas TPA Tangkahan Durian diduga Kelalaian Petugas Masih Menggantung
Bagikan

METRORAKYAT.COM, LANGKAT – Kebakaran lahan kebun sawit milik warga di kawasan berdekatan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tangkahan Durian, Kabupaten Langkat, hingga kini belum menemukan titik terang. Hingga hampir satu tahun berlalu pasca peristiwa, pemilik lahan mengaku belum menerima kejelasan maupun penanganan dari instansi terkait, Senin (28/9/2026).

Hasibuan, pemilik lahan yang mengalami kerugian, kepada Metro rakyat.com.di Stabat menyampaikan kronologi kejadian:
Berawal dari tumpukan sampah dari TPA terdorong masuk ke lahan perkebunannya pasca peristiwa banjir yang melanda wilayah Kabupaten Langkat Nopember 2025 lalu.

Setelah sampah mengering, petugas kebersihan UPT Tangkahan Durian melakukan pembersihan di lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan melakukan pembakaran sampah.

Namun tak lama setelah pembersihan, lahan warga terletak berbatasan dengan TPA turut terbakar dan menelan kerugian berupa tanaman sawit miliknya.

“Sampai hari ini, hampir setahun berlalu, belum ada tindak lanjut dari Dinas Lingkungan Hidup terkait peristiwa kebakaran itu,” ujar Hasibuan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat Erwin Bachari, S.P., M.M memberikan tanggapan saat dikonfirmasi. Menurutnya, jika terbukti kebakaran terjadi akibat kelalaian petugas kebersihan, maka pihak yang bersangkutan wajib bertanggung jawab.

“Jika kebakaran itu akibat kelalaian petugas, tentu harus ditanggung jawabkan. Namun untuk rincian kejadian yang lebih jelas, sebaiknya tanyakan langsung kepada pihak UPT Brandan,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak UPT Brandan Syarial menyampaikan versi yang berbeda. Dijelaskan bahwa masuknya sampah ke lahan warga bermula dari peristiwa tanah longsor, dan pihaknya sudah melakukan pembersihan secara menyeluruh di lokasi TPA. Terkait penyebab kebakaran, pihak UPT menampik tudingan melibatkan petugas mereka.

“Kebakaran itu bukan disebabkan oleh petugas kami. Kami menduga kuat api berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh para pencari barang bekas yang kerap berkeliaran di lokasi tersebut, tempat ini memang sering didatangi orang-orang yang mencari barang bekas karena banyak sampah plastik disana. Kalau petugas kami yang membakar, pasti semuanya akan terbakar habis, bukan hanya sebagian saja.

Kami juga sudah beberapa kali ketemu pemilik Lahan membahas masalah tersebut bahkan pemilik lahan sampai minta diganti rugi lahan miliknya, permasalahanya anggaran darimana kita ambil,sementara lahan TPA yang ada masih sengketa dengan warga,ujar Syarial UPT Brandan.

Hingga berita ini diturunkan, kedua belah pihak belum menemukan titik temu terkait tanggung jawab atas kerugian yang dialami warga. Pemilik lahan berharap instansi berwenang segera melakukan penelusuran fakta secara objektif agar permasalahan ini segera terselesaikan.(mr/yo)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Metro Rakyat News

Tinggalkan Balasan