Polisi Hapus Lukisan Bendera ISIS Pada Dinding Rumah Terduga Teroris di Medan

Polisi Hapus Lukisan Bendera ISIS Pada Dinding Rumah Terduga Teroris di Medan
Bagikan

METRORAKYAT.COM  |  MEDAN — Pihak kepolisian dari Polda Sumatera Utara kembali mendatangi rumah Syawaluddin Pakpahan, terduga teroris yang ditangkap karena menyerang markas Polda Sumatera Utara, Minggu (25/7) lalu. Kedatangan petugas kepolisian bersama unsur TNI dan perangkat pemerintahan tersebut untuk menghapus gambar bendera identik dengan bendera ISIS pada dinding depan rumah bercat hijau di Jalan Pelajar Timur Gang Kecil No. 21 Lingkungan XVIII, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, tersebut.

Kepala lingkungan 18, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Hari Isnaini mengatakan penghapusan gambar bendera tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya pemikiran radikal akibat keberadaan simbol tersebut. Apalagi pihak keluarga dari Syawaluddin menurutnya juga sepakat agar lukisan bendera ISIS tersebut dihapus.

“Ini tidak sesuai dengan keadaan sehari-hari sehingga kita hapus sehingga sirna dari pemikiran, sehingga tidak ada lagi. Masyarakat sepertinya setuju, mereka (keluarga) juga menginginkan ini agar dihapus dan janga ada lagi hal-hal seperti ini,” katanya dilokasi.

Hari menjelaskan, lukisan gambar Bendera ISIS tersebut sudah lama terpasang pada dinding rumah tersebut. Hal ini juga telah dilaporkan kepada pihak berwajib, sehingga Syawaluddin mendapat pembinaan dari petugas Bhabinkamtibmas.

“Sudah kita laporkan, dia ini kan dalam pembinaan. Dibina oleh pihak yang berwajib babinamtibmas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Penerangan Masyarakat Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan yang ikut hadir dalam penghapusan gambar itu mengatakan, pihaknya sebenarnya selama ini sudah berulang kali meminta agar gambar itu di hapus. Namun SP yang kala itu belum melakukan tindakan kriminal selalu acuh dan tidak mengindahkan himbauan polisi.

“Ini sudah terpasang sejak tahun 2013. Dahulu bentuknya bendera yang dipasang. Sempat kemudian dicopot atas permintaan Polmas disini. Tapi belakangan dipasang lagi dalam bentuk gambar. Kita juga sudah minta hapus tapi yang bersangkutan mengaku gambar itu hanya untuk kenang-kenangan saja. Kita harap hal-hal seperti ini tidak lagi terulang lah,” tutur AKBP MP Nainggolan. (MR/RED).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.