Bantuan Spontanitas Rp.250 Juta Pengganti Oleh-oleh Menko Polkam Bukan untuk Masyarakat Adiankoting, Melainkan Untuk Membantu Operasional Desa dan Kecamatan
METRORAKYAT.COM, TAPUT – Kedatangan Menko Polkam Jamaris Caniago ke HKBP Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, pada 4 Desember 2025, menyisakan cerita mengenai dana sebesar Rp250 juta yang disebut sebagai “pengganti oleh-oleh” bagi kepala desa.
Dana tersebut ditegaskan berbeda dengan bantuan yang diberikan kepada masyarakat saat kunjungan berlangsung.
Dalam kunjungan yang berlangsung sekitar 30 menit itu, Menko Polkam telah memberikan bantuan kepada masyarakat berupa sembako dan amplop yang dibagikan secara langsung kepada msyarakat.
Sementara itu, empat kepala desa yakni Kepala Desa Dolok Nauli Jonas Aritonang, Kepala Desa Banuaji I Ruhut Sipahutar, Kepala Desa Banuaji IV Alex Tobing dan Kepala Desa Banuaji II Nenny Simanjuntak disebut mewakili pemberian yang diberikan Menko Polkam sebagai pengganti oleh-oleh.
Menurut keterangan Kepala Desa Dolok Nauli Jonas Aritonang, uang tersebut bukan bantuan yang dibagikan kepada masyarakat.
“Benar saya yang menerima bantuan spontanitas pengganti oleh-oleh yang diberikan Menko Polkam Jamaris Caniago kepada kepala desa. Sementara untuk masyarakat, Menko Polkam sudah memberikan sembako dan amplop yang dibagikan langsung kepada masyarakat,” jelas Jonas saat diwawancarai Tim Media melalui Telepon WA, Kamis, 27/8/2026
Setelah dana diterima, Jonas mengaku diperintahkan oleh Lam Miduk Sinaga, yang ketika itu menjabat Sekcam Adiankoting, untuk menemui Bupati Tapanuli Utara JTP Hutabarat.
Pertemuan tersebut dilakukan untuk meminta arahan mengenai penggunaan dana yang disebut sebagai pengganti oleh-oleh tersebut.
Menurut Jonas, Bupati kemudian meminta agar uang tersebut diserahkan kepada Lam Miduk sambil menunggu koordinasi lebih lanjut.
Sekitar satu minggu kemudian, Camat Adiankoting Lam Miduk Sinaga saat ini melakukan koordinasi dengan Bupati Tapanuli Utara terkait pemanfaatan dana tersebut.
Hasilnya, dana kemudian dibagikan kepada 16 desa di Kecamatan Adiankoting untuk membantu kebutuhan masing-masing desa.
Sebanyak 11 desa disebut menerima Rp5 juta per desa. Sementara lima desa yang menjadi korban bencana memperoleh tambahan Rp8 juta sehingga masing-masing menerima total Rp13 juta.
Kelima desa yang menjadi korban bencana yakni Desa Dolok Nauli, Desa Adiankoting, Desa Pagaran Pisang, Desa Sibalanga dan Desa Pagaran Lambung I. Penggunaan dana tersebut kemudian dikaitkan dengan kebutuhan operasional desa dan kecamatan dalam menghadapi kondisi pascabencana.
Pada saat bencana terjadi, menurut keterangan Camat Lam Miduk Sinaga, anggaran masing-masing desa belum tersedia. Kondisi tersebut membuat sejumlah kebutuhan masyarakat harus terlebih dahulu ditanggulangi, termasuk adanya utang ke sejumlah warung.
Utang yang muncul untuk memenuhi kebutuhan selama masa bencana tersebut kemudian disebut dibayarkan melalui pihak Kecamatan Adiankoting.
Pada Februari 2026, Bupati Tapanuli Utara juga disebut kembali memberikan arahan agar pihak kecamatan memanfaatkan dana tersebut untuk kebutuhan di lokasi bencana.
Terpisah, Camat Adiankoting Lam Miduk Sinaga saat di mintai keterangannya menyampaikan bahwa benar saat ini masih ada sisa uang dari pengganti oleh- oleh yang diberikan Menko Polkam kepada Kepala desa. Rencananya dalam waktu dekat, Pihak Kecamatan dan Desa akan melakukan gotong royong secara serentak.
” Dalam waktu dekat, seluruh desa dan pihak kecamatan akan melakukan gotong royong secara serentak se Kecamatan Adiankoting. Kebutuhan untuk kegiatan Gotong Royong kita menggunakan sisa uang yang diberikan Menko Polkam kepada para kades” jelas Lam Miduk
Berdasarkan keterangan Camat Adiankoting dan Kepala Desa, dana Rp250 juta tersebut tidak diposisikan sebagai bantuan langsung kepada masyarakat, melainkan dialokasikan untuk membantu kebutuhan pemerintahan desa dan kecamatan, terutama dalam mendukung penanganan kebutuhan yang muncul akibat bencana. (MR/ Andoky Manalu)
