BP3MI Sumut Tinjau MCU Batch 20 CPMI di RS PHC Medan, Siapkan SDM Berkualitas ke Luar Negeri

BP3MI Sumut Tinjau MCU Batch 20 CPMI di RS PHC Medan, Siapkan SDM Berkualitas ke Luar Negeri
Keterangan foto: Kepala BP3MI Sumatera Utara Kombes Pol. Budi Novijanto didampingi Direktur Utama RS PHC Medan Aprilla Dwison meninjau pelaksanaan MCU I bagi calon pekerja migran Indonesia Program G to G Jepang Batch ke-20 di RS PHC Medan, Belawan, Rabu (8/7/2026). Pemeriksaan kesehatan tersebut menjadi salah satu syarat utama sebelum CPMI diberangkatkan ke negara tujuan.(metrorakyat.com)
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Rumah Sakit Prima Husada Cipta (PHC) Medan kembali melaksanakan pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU) bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang akan diberangkatkan ke Jepang melalui skema Government to Government (G to G).

Kegiatan tersebut merupakan Medical Check Up I bagi Calon Kandidat Program G to G Jepang Batch ke-20 yang berlangsung di RS PHC Medan, Kecamatan Medan Belawan, Rabu (8/7/2026).

Pelaksanaan MCU mendapat perhatian langsung dari Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Utara, Kombes Pol. Budi Novijanto, yang hadir bersama jajaran untuk memastikan seluruh proses pemeriksaan kesehatan berjalan sesuai standar. Kedatangannya disambut Direktur Utama RS PHC Medan, Aprilla Dwison, didampingi SVP Corporate Secretary dan Pemasaran, Devi Windari beserta jajaran manajemen rumah sakit.

Dalam sambutannya, Aprilla Dwison menjelaskan, RS PHC Medan merupakan salah satu rumah sakit yang ditunjuk pemerintah melalui BP2MI untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi calon pekerja migran Indonesia yang akan ditempatkan di luar negeri, khususnya Jepang dan Korea Selatan.

Menurutnya, sinergi antara RS PHC Medan dan BP2MI telah terjalin sejak tahun 2003 dan terus berjalan dengan baik hingga saat ini.

“Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sehingga setiap calon pekerja migran memenuhi standar kesehatan yang dipersyaratkan negara tujuan,” ujarnya.

Aprilla berharap kerja sama tersebut ke depan dapat diperluas ke negara tujuan lainnya, seperti Malaysia dan Singapura, seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja Indonesia di berbagai negara.

Ia juga mengungkapkan bahwa PT Prima Husada Cipta Medan merupakan anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) yang berkomitmen mendukung program pemerintah, termasuk dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi calon pekerja migran Indonesia.

Sebagai bentuk komitmen peningkatan mutu layanan, RS PHC Medan juga membuka ruang evaluasi dari BP2MI maupun para pemangku kepentingan lainnya.

Aprilla menambahkan, sejak dipercaya melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi calon pekerja migran pada 2003 hingga 2025, RS PHC Medan telah melayani hampir 300 ribu peserta MCU yang akan ditempatkan di berbagai negara, seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, hingga sejumlah negara lainnya.

“Kami berharap sinergi dengan BP2MI terus diperkuat sehingga pelayanan kesehatan bagi calon pekerja migran semakin optimal dan mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di luar negeri,” katanya.

Apresiasi BP3MI

Sementara itu, Kepala BP3MI Sumatera Utara, Kombes Pol. Budi Novijanto, mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin antara BP2MI dan RS PHC Medan dalam mendukung penempatan pekerja migran Indonesia melalui jalur resmi Government to Government.

Menurutnya, kunjungan tersebut bertujuan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan berlangsung profesional, transparan, dan sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Medical check up merupakan tahapan yang sangat penting sebelum calon pekerja migran diberangkatkan. Karena itu kami ingin memastikan seluruh proses berjalan profesional dan sesuai standar kesehatan internasional,” tegasnya.

Budi mengungkapkan, pemerintah saat ini tengah menjajaki kerja sama dengan sekitar 20 negara untuk memperluas peluang penempatan pekerja migran Indonesia melalui skema G to G. Selain Jepang, peluang penempatan juga diarahkan ke Korea Selatan, Jerman, dan sejumlah negara lainnya.

Menurutnya, perluasan kerja sama tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia sekaligus membantu menekan angka pengangguran, khususnya di Sumatera Utara.

Ia menegaskan, hasil medical check up menjadi salah satu persyaratan utama sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

“Kami berharap kerja sama dengan RS PHC Medan terus berlanjut sehingga seluruh calon pekerja migran memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan yang berkualitas sebelum diberangkatkan ke negara tujuan,” pungkasnya.

Pelaksanaan Medical Check Up Batch ke-20 berlangsung lancar dengan rangkaian pemeriksaan kesehatan sesuai standar yang telah ditetapkan. Tahapan ini menjadi syarat penting untuk memastikan setiap calon pekerja migran memiliki kondisi kesehatan yang memenuhi ketentuan internasional sebelum bekerja di luar negeri.(MR/Red)

Metro Rakyat News

Tinggalkan Balasan