Dari Sampah Jadi Rupiah, David Roni G Sinaga Apresiasi Inovasi Mahasiswi Univeritas Harapan

Dari Sampah Jadi Rupiah, David Roni G Sinaga Apresiasi Inovasi Mahasiswi Univeritas Harapan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan, David Roni Ganda Sinaga, SE, mengingatkan masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan karena dampaknya sangat besar terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat.

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, kebiasaan membuang sampah ke sungai, parit, lahan kosong, maupun pinggir jalan menjadi salah satu penyebab utama banjir serta munculnya berbagai penyakit menular di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 7 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Kota Medan, yang berlangsung di Jalan Nawi Harahap Gang Rela No.18, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Minggu (14/6).

Dalam pemaparannya, David mengaku prihatin karena masih banyak ditemukan aliran sungai yang dipenuhi sampah rumah tangga akibat rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Perda tentang pengelolaan sampah sudah ada dan di dalamnya diatur sanksi berupa kurungan maupun denda bagi siapa saja yang terbukti membuang sampah sembarangan. Karena itu, jika ada warga yang melihat pelanggaran tersebut, silakan laporkan kepada kelurahan, kecamatan, Satpol PP maupun aparat penegak hukum,” tegas David.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencari akar persoalan masih maraknya sampah yang dibuang sembarangan, apakah karena minimnya sarana dan prasarana pengelolaan sampah atau karena kebiasaan yang sudah berlangsung lama.

Pada sesi dialog, warga Lingkungan II Kelurahan Binjai bernama Yusup menawarkan solusi pengelolaan sampah tanpa harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun.

Menurutnya, sampah dapat diolah tanpa menimbulkan bau dan bahkan memiliki nilai ekonomis apabila dikelola dengan baik.

“Saya siap membantu Pemko Medan dan Bapak David Roni Sinaga dalam mengurai persoalan sampah. Saya memiliki solusi agar sampah tidak perlu dibuang ke TPA dan tidak menimbulkan bau, namun tentu membutuhkan dukungan dan izin dari Dinas Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Sementara itu, warga lainnya, Eka Sinaga, mengeluhkan keberadaan usaha ayam potong di lingkungannya yang diduga membuang limbah bulu ayam langsung ke parit tanpa pengelolaan yang baik. Kondisi tersebut menyebabkan saluran drainase tersumbat dan menimbulkan bau tidak sedap.

Menurut Eka, persoalan tersebut sebenarnya sudah dilaporkan ke pihak kelurahan, namun hingga kini belum ada tindakan nyata.

Menanggapi keluhan itu, David Roni Sinaga langsung meminta pihak kelurahan dan kecamatan segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan mengambil langkah penanganan.

“Saya minta laporan ini segera ditindaklanjuti. Aparat kelurahan dan kecamatan harus turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya dan mencari solusi. Jangan sampai keluhan masyarakat berlarut-larut tanpa penyelesaian,” tegas Sekretaris Komisi III DPRD Kota Medan tersebut.

David juga memastikan bahwa permasalahan yang disampaikan Eka Sinaga akan menjadi perhatian serius dan akan dikoordinasikan dengan pihak terkait agar tidak terus menimbulkan gangguan bagi masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan itu, David turut mengapresiasi inovasi mahasiswi Universitas Harapan Medan, Syahlavina Azura, yang memperkenalkan aplikasi berbasis Android bernama Mitra Dompet Alam. Aplikasi tersebut memungkinkan masyarakat menjual sampah yang kemudian dijemput dan dibayar secara digital.

“Saya sangat mendukung inovasi anak muda yang peduli lingkungan. Ini bukan hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga memberikan nilai ekonomis kepada masyarakat. Saya berharap Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan dapat berkunjung ke Universitas Harapan untuk bertukar pengalaman dan menjajaki kerja sama,” katanya.

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, M. Indra, juga menyampaikan apresiasi atas inovasi tersebut.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan sampah merupakan langkah positif yang patut didukung.

“Di tengah perkembangan teknologi saat ini, inovasi seperti ini sangat baik dan layak diapresiasi. Konsepnya mirip bank sampah namun dikembangkan melalui aplikasi digital. Kami dari DLH Kota Medan siap berkolaborasi apabila diajukan secara resmi,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, David mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dan tidak lagi membuang sampah sembarangan.

Ia optimistis berbagai inovasi yang muncul dari masyarakat maupun kalangan mahasiswa dapat menjadi solusi dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Medan, khususnya di Kecamatan Medan Denai.

“Dengan kesadaran masyarakat serta dukungan inovasi yang terus berkembang, saya yakin pengelolaan sampah di Kota Medan akan semakin baik dan persoalan sampah dapat ditekan secara signifikan,” pungkasnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama serta pembagian suvenir, nasi kotak, dan kue kepada seluruh peserta yang hadir.(MR/Red)

Metro Rakyat News

Tinggalkan Balasan