Judi Togel Merajalela di Biak Papua, Bos Togel Vinsen dan Bandar Efendi Diduga Kebal Hukum, Warga Desak Polda Papua Bertindak Tegas Jelang Bulan Suci Ramadhan

Judi Togel Merajalela di Biak Papua, Bos Togel Vinsen dan Bandar Efendi Diduga Kebal Hukum, Warga Desak Polda Papua Bertindak Tegas Jelang Bulan Suci Ramadhan
Keterangan foto: gambar ilustrasi (METRORAKYAT.COM)
Bagikan

METRORAKYAT.COM, BIAK PAPUA – Praktik perjudian togel secara tegas dilarang di Indonesia sebagaimana diatur dalam Pasal 303 KUHP dan UU ITE, dengan ancaman pidana penjara hingga 10 tahun bagi bandar dan 4 tahun bagi pemain. Judi dalam bentuk apa pun baik konvensional maupun online merupakan tindak pidana serius yang merusak sendi sosial, ekonomi, serta masa depan generasi bangsa.

Namun ironisnya, penegakan hukum di Papua, khususnya di Kabupaten Biak, seolah mandul ketika berhadapan dengan satu nama yang sudah lama dikenal publik, yakni Vinsen, yang disebut-sebut sebagai bos besar togel, bersama Efendi, bandar utama yang diduga menjadi kaki tangan dan koordinator lapangan bisnis haram tersebut.

Meski aturan hukum begitu jelas dan tegas, Vinsen dan Efendi hingga kini tak pernah tersentuh hukum. Aktivitas perjudian togel yang mereka kendalikan tetap berjalan mulus, seakan-akan kebal terhadap razia, laporan masyarakat, maupun jerat hukum pidana.

Di balik lancarnya praktik judi togel di Biak, publik mulai mempertanyakan keseriusan Aparat Penegak Hukum (APH). Pasalnya, meskipun perjudian ini secara terang-terangan melanggar Pasal 303 KUHP, namun tidak ada tindakan tegas yang mampu menghentikan atau menyeret para pelaku utamanya ke balik jeruji besi.

Efendi, yang dipercaya penuh oleh Vinsen untuk mengelola dan menjalankan jaringan perjudian togel di Pulau Biak, disebut masih bebas beroperasi. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa bisnis kotor ini tetap eksis, bahkan seolah mendapat ruang aman.
Seorang warga Biak yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa penertiban memang sesekali dilakukan.

Namun, penindakan tersebut hanya bersifat sementara dan terkesan formalitas.
“Kadang memang ditertibkan, tapi tidak lama kemudian togel dibuka lagi seperti biasa,” ungkapnya, Sabtu (14/02/2026).

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat, siapa sebenarnya yang melindungi bos besar togel dan para bandarnya?. Mengapa hukum terlihat tajam ke bawah, namun tumpul ke atas?.

Yang jelas, dampak perjudian togel sangat meresahkan masyarakat. Banyak keluarga yang keuangannya hancur, ekonomi rumah tangga amblas, hingga anak-anak di bawah umur ikut terjerumus dalam lingkaran perjudian yang merusak moral dan masa depan.

Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan, masyarakat mendesak Polda Papua untuk tidak lagi menutup mata. Warga meminta agar Vinsen dan Efendi segera ditindak tegas, serta seluruh aktivitas judi togel dihentikan total, demi menjaga ketertiban, ketenangan, dan kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa.(MR/Jefri)

Metro Rakyat News