Sesi Pertama Sosperda Tentang Sistem Kesehatan, Duma Sarankan Masyarakat Tetap Gunakan BPJS Kesehatan Bila Sakit
METRORAKYAT. COM, MEDAN – Sesi pertama (1) kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) No. 4 Tahun 2012 Tentang Sistem Kesehatan Kota Medan anggota DPRD Kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung minta agar masyarakat menggunakan BPJS Kesehatan bila sakit. Hal ini dikatakan politisi dari Partai Gerindra Kota Medan ini menjawab pertanyaan warga kelurahan Tanjung Gusta, Nuraini yang mempertanyakan manfaat BPJS Kesehatan sementara Pemerintah Kota Medan telah ada program Universal Health Coverage (UHC), Sabtu (19/4) di Jalan Beringin II No. 77 Kecamatan Medan Helvetia kota Medan.

Menurut Duma, meskipun kota Medan sudah memiliki program UHC, namun ketika berada diluar kota, program UHC tidak berlaku. Sebab, belum semua kabupaten kota di Sumatera Utara yang menggunakan fasilitas layanan kesehatan UHC.
“Untuk itu khusus warga kota Medan boleh menggunakan UHC meskipun kartu BPJS Kesehatan menunggak atau tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan. Tapi itu tidak berlaku ketika berada diluar kota Medan, ” terang Duma.
Namun, sebut Duma lagi, pemerintah provinsi Sumatera Utara direncanakan akan mengikuti sertakan program UHC di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Sumatera Utara mulai tahun 2027 mendatang. “Namun, tetap saja UHC tidak berlaku di luar Sumut, sehingga tetap saja kartu BPJS Kesehatan harus ada, ” ujar nya.
Senada dengan itu, perwakilan dari Dinas Sosial Kota Medan, Devi Purwany menyebutkan agar masyarakat tidak lupa memeriksa berkas administrasi kependudukan agar tidak terkendala saat akan mengurus pelayanan kesehatan dan bantuan sosial dari pemerintah.
Mardati Sihombing, warga Kelurahan Helvetia, penyandang Disabilitas mempertanyakan terkait obat. Saat berobat di salah satu rumah sakit di kota Medan, seorang dokter mengatakan obat tidak ada karena BPJS kesehatan ada tunggakan dengan perusahaan obat. Adanya rumah sakit yang tidak memiliki alat kesehatan terapi. Dokter juga mengatakan padanya karena pihak BPJS Kesehatan belum memberikan alat kesehatan di rumah sakit tersebut. “Penjelasan dokter itu kepada saya apakah benar adanya, ” tanya Mardati.
Perwakilan dari Dinas Kesehatan kota Medan, dr. Erniston Simanjuntak menjawab pertanyaan Nuraini tentang BPJS kesehatan, secara otomatis jika nama dalam satu keluarga telah terdaftar di BPJS Kesehatan, maka tunggakan akan terpending. “Namun, iuran BPJS Kesehatan Mandiri tetap dan tidak terhapus, ” ujarnya.
Terkait ketidak tersediaan obat obatan di rumah sakit termasuk alat kesehatan, dr. Erniston membantah jika itu akibat tunggakan oleh pihak BPJS Kesehatan.
“Itu tidak benar ibu, mungkin saja memang obat lagi kosong karena ketersediaan obatnya lagi kosong, jadi tidak ada hubungan karena BPJS Kesehatan pubya hutang dengan pengusaha obat, ” katanya.
Dame Duma Sari Hutagalung pada penjelasannya terkait keluhan warga tentang pelayanan BPJS Kesehatan menegaskan agar masyarakat tidak melek informasi dan tidak mudah dipengaruhi dengan alasan yang dapat membingungkan.
Duma mengatakan kalau untuk pelayanan kesehatan, kota Medan sudah ada program UHC dan itu hanya berlaku bagi warga kota Medan. Akan tetapi watga kota Medan masih perlu memiliki BPJS Kesehatan yang akan digunakan ketika ingin mendapat pelayanan kesehatan jika berada diluar kota.
Legislatif asal dapil 1 Kota Medan inh juga mengingatkan warga yang menggunakan program UHC ataupun BPJS Kesehatan bilamana ada petugas kesehatan atau runah sakit yang tidak melayani warga pendapat layanan kesehatan UHC maupun BPJS Kesehatan dapat segera memberitahukan hal itu kepada dia. “Ketika ada permasalahan atau hambatan yang bapak dan ibu dapati saat dirawat di rumah sakit maupun puskesmas yang tidak sesuai silahkan menghubungi saya atau datang kerumah aspirasi Beda Jalan Beringin II No. 77 Kelurahan Helvetia, agar segera kita cari solusi dan pihak rumah sakit dapat langsung kita tegur jika ditemui ada pelayanan kurang sesuai, “tegas Duma sembari mendapat tepuk tangan dari lima ratusan warga undangan yang hadir.
Diakhir kegiatan Sosper yang dilaksanakan, Duma juga membagikan suvenir, nasi dan kue kotak dan dilanjutkan berfoto dengan seluruh tamu undangan yang hadir. (MR/Irwan)


