Sepeda Motor Penarik GO-JEK Dibawa Lari Penumpang Ngaku Polisi

Sepeda Motor Penarik GO-JEK Dibawa Lari Penumpang Ngaku Polisi
Keterangan foto: Idrus Abdul Gani korban penipuan penumpang secara offline dan saat melakukan penipuan penumpang nya mengaku polisi saat hendak membuat pengaduan ke Polsek Medan Baru Senin (23/12). (metrorakyat.com)
Bagikan

METRORAKYAT. COM, MEDAN – Nasib Apes dialami oleh Idrus Abdul Gani seorang penarik gojek online. Dia ditipu penumpangnya yang saat itu mengaku sebagai seorang polisi yang bertugas di Polsek Helvetia. Kepada wartawan saat hendak membuat laporan kehilangan di Mapolsek Medan Baru, Senin (23/12) sekira pukul 11.00 Wib dengan lesu mengatakan jika dia kehilangan sepeda motor honda Scopy berplat BK 4659 AJY warna putih tahun 2021 dibawa lari penumpangnya.

Sambil menunggu antrian di bagian Unit Pengaduan Polsek Medan Baru Polrestabes Medan, Idrus mengatakan saat itu pagi sekitar pukul 9.00 Wib, dia distop oleh seorang pria bertubuh tinggi besar dan berambut cepak tepat di jalan Kapten Muslim dekat bank BRI Kapten Muslim. Pria yang kepadanya mengaku aparat polisi yang tugas di Polsek Medan Helvetia memintanya diantar ke Rumah Sakit Brimob Jalan KH Wahid Hasyim Medan.  Saat dibonceng, diperjalanan, penumpangnya itu mengaku hendak mengambil dua Unit HP Samsung New Galaxy Z titipan temannya yang dijual murah.

” Penumpang saya itu tidak saya kenal karena saya bawa offline. Saat dijalan dia mengatakan hendak menjemput HP Samsung Z milik temannya yang dijual murah. Lalu penumpang yang tidak saya tahu identitasnya itu menawarkan saya Samsung tersebut Rp. 600 ribu. Awalnya saya tidak tertarik namun selama dijalan dia terus meyakinkan saya, dan saya seolah menurut saja, “kata dia.

Tiba di bundaran taman depan eks Brimob Poldasu, sambung Idrus penumpanngnya itu meminta agar Idris yang tinggal di Dusun XI Gang Mesjid Desa Purwodadi Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang, diminta menunggu dan penumpangnya memimjam sepeda motor Scopy milik Idrus untuk mengambil HP dirumah temannya.

“Katanya, dia mau buru buru lalu saya diminta uang Rp. 600 sebagai tanda jadi HP Samsung yang dijanjikan. Lalu agar saya yakin, penumpang saya itu menitipkan senjata nya kepada saya. Saya hanya bisa mengikuti apa yang dikatakannya. Selanjutnya membawa sepeda motor saya katanya mau ke dalam asrama Brimob, “sebut Idrus.

Setelah menunggu lama, pria itu kata Idrus tidak kunjung datang. Merasa ditipu, Idrus lalu menelepon temannya. Senjata yang dititip kepada Idrus setelah di teliti ternyata hanyalah senjata replika pistol mainan mancis. ” Senjata lengkap dengan sarung warna hitam ini ternyata hanya senjata mainan atau replika. Bukan softgun tetapi mancis berbentuk pistol bang, “ucapnya lemas.

Idrus pun didampingi teman se profesinya mendatangi polsek Medan Baru untuk membuat laporan penipuan dan penggelapan.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak kepolisian Polsek Medan Baru masih memintai keterangan dari Idrus Adul Gani selaku korban. (MR/tim)

Metro Rakyat News