Kepala Sekolah SMKN 3 Pematangsiantar Diduga Sering Ajari Bawahan Berbohong Saat Dikunjungi  Awak Media dan LSM

Kepala Sekolah SMKN 3 Pematangsiantar Diduga Sering Ajari Bawahan Berbohong Saat Dikunjungi  Awak Media dan LSM
Bagikan

METRORAKYAT.COM, PEMATANG SIANTAR – Kepala sekolah SMKN 3 Pematangsiantar Nurmaulita kembali menjadi sorotan publik. Dimana sebelumnya ramai diberitakan terkait dugaan korupsi yang diduga dilakukannya dalam pembangunan baru ruang praktek siswa (RPS) Perhotelan tahun 2021 di sekolahnya, yang mana berdasarkan hasil pemeriksaan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) ditemukan dana sebesar Rp 116 juta yang tidak sesuai senyatanya. Sekali ini Nurmaulita kembali membuat sensasi dengan cara diduga kuat sering mengajari bawahannya yakni satpam dan guru piket sekolah untuk berbohong jika ada wartawan (Pers) dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang bermaksud menemuinya untuk tujuan konfirmasi atau klarifikasi.

Hal itu dialami oleh kru media Metrorakyat.com bersama Ketua LSM DPP Lepaskan Sahala Manurung, SH saat menyambangi sekolah atas arahan kantor Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah VI Siantar Simalungun, Sabtu (27/01/2024) siang.

Dimana saat tiba di gerbang sekolah dan melapor pada Satpam menyampaikan hendak bertemu kepala sekolah karena sebelumnya sudah janjian, namun oleh satpam dengan cepat mengatakan kepala sekolah tidak ada. Saat ditanyakan kemana kepala sekolah dan kenapa tidak ada di sekolah?? Oleh satpam dijawab belum ada datang dari tadi pagi. Walau saat itu waktu sudah menunjukkan kurang lebih pukul 12 Siang.

Atas kondisi tersebut selanjutnya Metrorakyat.com coba menghubungi Nurmaulita lewat pesan WhatsApp. Namun belum mendapat tanggapan. Selanjutnya Metrorakyat.com coba berkomunikasi dengan Kasi SMK Cabdisdik Wil VI Robinson Sitanggang untuk menyampaikan situasi tersebut dan selanjutnya diarahkan untuk menunggu.

Namun setelah lama menunggu dan saat di tengah perjalanan pulang meninggalkan lokasi sekolah, tiba tiba kru Metrorakyat.com mendapat panggilan dan pesan WhatsApp dari Nurmaulita yang menyebut jika dirinya sudah ada di sekolah dan sudah menunggu di lobi.

Ada dugaan Nurmaulita segera membalas pesan Metrorakyat.com setelah sebelumnya dihubungi oleh Kasi SMK Cabdis Robinson Sitanggang.

Atas situasi tersebut terkesan Nurmaulita mempermainkan wartawan (Pers) dan LSM. Sebab sebelum menyambangi sekolah tersebut kru media sudah berkomunikasi dengan kepsek dan disetujui untuk datang. Namun oleh satpam bersikeras dan terkesan ngotot mengatakan kepsek tidak ada di tempat. Sehingga diduga kuat Nurmaulita sering mengajari bawahan yakni satpam untuk berbohong dengan mengatakan kepala sekolah tidak ada di tempat.

Dugaan tindakan suka mengajari bawahan untuk berbohong tersebut semakin diperkuat dan tampak nyata. Sebab untuk kedua kalinya hal itu terulang. Jika yang pertama dengan Satpam sekolah, kali ini dengan bawahan lainnya yakni guru piket di sekolah tersebut. Dimana saat Metrorakyat.com bersama Ketua DPP LSM Lepaskan Sahala Manurung, SH pada Rabu (7/2/2024) siang bermaksud ketemu kepala sekolah. Dengan terlebih dahulu melapor Satpam dan diizinkan masuk sembari mengatakan kepala sekolah ada tapi sedang rapat di dalam. Dan selanjutnya saat tiba dalam sekolah kru media melapor pada piket. Namun oleh guru piket tersebut dengan cepat menyebut jika kepala sekolah sedang rapat di luar. Dan kembali ditemukan kebohongan. Sebab Satpam mengatakan kepsek ada di sekolah tapi sedang rapat sementara guru piket menyebut kepsek sedang rapat di luar.

Di hari yang sama, Nurmaulita yang dikonfirmasi di ruangan nya, Rabu (7/2/2024) saat dimintai tanggapan terkait dua hal tersebut tampak sedikit bingung dan salah tingkah sembari mengatakan iya nanti akan diingatkan.

Sementara Sahala Manurung, SH ketua DPP LSM Lepaskan yang ikut bersama Metrorakyat.com dan menyaksikan situasi itu secara langsung yang dimintai tanggapannya hanya geleng geleng kepala sambil menyesalkan kondisi tersebut.

Sahala Manurung, SH menilai sepertinya situasi seperti itu sudah sering terjadi dan menjadi kebiasaan di sekolah tersebut. Dimana bawahan baik itu satpam maupun guru piket terbiasa berbohong kepada Pers dan LSM dan diduga kuat atas arahan kepala sekolah. Dengan maksud supaya kepala sekolah tidak dapat ditemui dan atau tidak diketahui keberadaannya.

Sahala meminta agar kali ini Pj Gubernur Sumut Hasanuddin segera mengganti Nurmaulita Kepala Sekolah SMKN 3 Pematangsiantar juga mengganti Asren Nasution Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara karena telah gagal dalam membina dan mendidik serta mengarahkan anak buah atau bawahannya.

Karena dari informasi yang beredar begitu banyak gejolak atau permasalahan yang diduga timbul pada SMKN 3 Pematangsiantar selama Nurmaulita, SPd, MPd menjabat sebagai kepala sekolah.

Dan di akhir tanggapannya Sahala juga mengatakan terkait dugaan bohong membohongi bukan hanya Metrorakyat.com dan LSM LEPASKAN saja yang mengalami, rekan rekan wartawan (Pers) dan LSM lainnya juga jauh sebelumnya sudah banyak yang mengalami dan merasakan serta banyak yang mengeluh. (MR/Tim/Red)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.