Maju Bacalon Kades, Abdul Rahman Manik Usung Visi Misi Unhul BERMARTABAT

Maju Bacalon Kades, Abdul Rahman Manik Usung Visi Misi Unhul BERMARTABAT
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SERGAI – Abdul Rahman Manik menyatakan diri sebagai bakal calon (bacalon) Kepala Desa Ujung Negeri Hulu, Kecamatan Bintang Bayu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, memaparkan visi dan misi pembangunan desa untuk periode 2027–2035.

Melalui gagasan bertajuk Unhul (Ujung Negeri Hulu) BERMARTABAT, ia menawarkan konsep pembangunan yang menitikberatkan pada tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemerataan pembangunan desa.

Kepada wartawan, Selasa (20/10/2026), Abdul Rahman Manik menyampaikan bahwa BERMARTABAT merupakan singkatan dari Bersih, Maju, Religius, Tertib, Adil, Berbudaya, dan Gotong Royong.

Slogan tersebut menjadi landasan gagasan yang ingin dibawanya dalam mendorong kemajuan Desa Ujung Negeri Hulu.

Menurut konsep yang disampaikannya, kemajuan desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas pelayanan pemerintahan, kesejahteraan masyarakat, keadilan dalam pelayanan publik, serta kuatnya kebersamaan antarwarga.

Ia merumuskan visi pembangunan berupa terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan akuntabel demi mewujudkan masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan bermartabat.

Visi tersebut kemudian dijabarkan ke dalam sembilan misi yang mencakup pembenahan tata kelola pemerintahan, penguatan ekonomi lokal, pemberdayaan petani dan pemuda, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengentasan kemiskinan, penyelesaian persoalan masyarakat, serta penguatan keamanan dan pelestarian budaya lokal.

Pertama menekankan pentingnya penyelenggaraan pemerintahan desa yang jujur, bersih, transparan, akuntabel, partisipatif, dan berwibawa.

Ia menilai, pemerintahan desa harus mampu memberikan pelayanan yang mengutamakan kepentingan masyarakat. Karena itu, pelayanan publik diharapkan dapat berjalan cepat, tepat, dan akurat sehingga warga memperoleh kemudahan ketika mengurus berbagai kebutuhan administrasi maupun menyampaikan persoalan yang dihadapi.

Tata kelola pemerintahan yang baik juga membutuhkan keterbukaan informasi dan pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan. Dengan demikian, warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut mengambil bagian dalam menentukan arah kemajuan desa.

Konsep pemerintahan yang responsif tersebut menjadi salah satu poin penting dalam visi Desa BERMARTABAT, yakni menghadirkan pemerintahan yang dekat dengan masyarakat dan mampu memberikan solusi terhadap persoalan yang muncul di lingkungan desa.

Selain itu lanjut Abdul Rahman, bidang ekonomi menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu prioritas pembangunan.

Ia juga ingin mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang telah berjalan di desa, sekaligus menggali potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi usaha-usaha baru.

Menurutnya, potensi desa perlu diidentifikasi dan dikelola secara optimal agar mampu menciptakan peluang usaha, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

Bukan hanya UMKM, Abdul Rahman juga memaparkan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang menjadi bagian dari rencana pemberdayaan ekonomi. BUMDes diharapkan dapat berperan sebagai penggerak kegiatan usaha desa melalui pengelolaan potensi lokal yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.

Pemberdayaan petani, pekebun, dan pemuda turut menjadi perhatian. Kelompok-kelompok tersebut dinilai perlu mendapatkan ruang untuk berkembang agar dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi desa.

Melalui penguatan sektor ekonomi lokal, gagasan Unhul BERMARTABAT diarahkan untuk membangun masyarakat yang lebih mandiri dan tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah.

Pada sektor pembangunan infrastruktur, dirinya mengakui bahwa keterbatasan anggaran desa menjadi tantangan yang perlu diperhitungkan secara cermat.

Oleh karena itu, Abdul Rahman menekankan pentingnya penentuan prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat, disertai upaya menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sergai, Pemprov Sumatera Utara bahkan pemerintah pusat.

Selain itu kolaborasi penting lainnya yang menjadi perhatian adalah dengan pihak BUMN ataupun pihak swasta.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah desa. Sinergi dengan pemerintah di tingkat yang lebih tinggi diperlukan agar kebutuhan pembangunan yang belum dapat ditangani melalui anggaran desa tetap bisa diperjuangkan sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

Perencanaan yang tepat, pengawasan yang baik, serta keterlibatan masyarakat diharapkan dapat membantu memastikan pembangunan berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

Dengan pendekatan tersebut, pembangunan desa diharapkan tidak hanya berorientasi pada hasil fisik, tetapi juga mampu mendukung aktivitas ekonomi, memperlancar mobilitas masyarakat, dan meningkatkan kualitas kehidupan warga.

Abdul Rahman juga menyampaikan, menempatkan pendidikan, kesehatan dan keterampilan masyarakat sebagai unsur penting dalam membangun desa yang maju dan berdaya saing.

Dalam bidang kesehatan, penguatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan dukungan terhadap layanan kesehatan masyarakat menjadi salah satu perhatian.

Selain itu kegiatan keagamaan juga dipandang penting dalam membentuk kehidupan sosial yang harmonis, yang sekaligus memperkuat nilai-nilai moral di tengah masyarakat.

Yang dibarengi dengan peningkatan kualitas SDM diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk berkembang, baik melalui pendidikan formal, kegiatan sosial, maupun peningkatan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan.

Melalui misi ini, pembangunan manusia ditempatkan sebagai investasi jangka panjang untuk mendukung kemandirian dan kesejahteraan masyarakat khususnya Desa Ujung Negeri Hulu.

Salah satu poin yang mendapat perhatian dalam misi Abdul Rahman adalah upaya pengentasan kemiskinan dan perbaikan ketepatan sasaran bantuan sosial.

Menurutnya pemerintah desa perlu membangun mekanisme pendataan masyarakat miskin yang lebih akurat dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk perangkat desa, RT, RW, lembaga kemasyarakatan serta masyarakat setempat.

Ia menyebutkan keterlibatan unsur lingkungan penting, karena mereka memiliki pengetahuan langsung mengenai kondisi sosial dan ekonomi warga. Dengan peningkatan pemahaman aparatur lingkungan mengenai mekanisme pengusulan, pemutakhiran, serta penyampaian keberatan atau sanggahan terhadap data penerima bantuan sosial pemerintah pusat.

Dengan proses pendataan yang terbuka dan partisipatif diharapkan bantuan sosial dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria sesuai ketentuan program.

Upaya tersebut perlu dilakukan melalui koordinasi dengan instansi terkait, mengingat penetapan penerima bantuan sosial juga mengikuti aturan dan kewenangan pemerintah yang menyelenggarakan program.

Bagi Abdul Rahman, penanganan kemiskinan tidak cukup hanya dengan menyalurkan bantuan. Diperlukan pula pembenahan data, pengawasan, dan pemberdayaan ekonomi agar masyarakat memiliki peluang untuk meningkatkan taraf hidupnya secara berkelanjutan.

Ia juga mengusung gagasan agar pemerintah desa berperan sebagai problem solver atau pemecah masalah di tengah masyarakat.

Menurutnya, pemerintah desa harus mampu menjadi penengah ketika terjadi persoalan antarwarga, membuka ruang komunikasi, serta membantu mencari solusi yang adil dan dapat diterima bersama.

Penyelesaian masalah melalui musyawarah dan pendekatan kekeluargaan dinilai penting untuk menjaga keharmonisan sosial.

Namun, penanganan setiap persoalan tetap harus memperhatikan aturan yang berlaku dan melibatkan pihak berwenang apabila permasalahan tersebut berada di luar kewenangan pemerintah desa.

Dengan pendekatan yang mengedepankan dialog dan kepentingan bersama, pemerintah desa diharapkan mampu membangun kepercayaan masyarakat sekaligus mencegah persoalan kecil berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Dalam misi kesembilan, Abdul Rahman menekankan pentingnya menjaga keamanan lingkungan, keharmonisan sosial, serta kelestarian adat istiadat, seni, dan budaya lokal.

Peningkatan sistem keamanan lingkungan melalui kegiatan siskamling menjadi salah satu gagasan untuk memperkuat kepedulian warga terhadap situasi di sekitarnya.

Selain itu, pelestarian budaya dan adat istiadat dipandang sebagai bagian penting dari identitas desa yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.

Semangat religius, ketertiban, keadilan, dan gotong royong juga menjadi nilai yang ingin dikuatkan melalui slogan Unhul BERMARTABAT.

Konsep tersebut, desa yang maju bukan hanya desa yang memiliki infrastruktur memadai, melainkan juga masyarakat yang hidup rukun, saling menghormati, menjaga tradisi, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.

Gagasan Abdul Rahman Manik turut mendapat tanggapan dari sejumlah warga yang mengenalnya dalam kehidupan bermasyarakat.

Dedi Kurniawan, salah satu penjaga sekolah SMP Negeri 1 Bintang Bayu, menyampaikan penilaiannya mengenai kepribadian Abdul Rahman.

“Kalau menurut saya, beliau memiliki jiwa sosial yang tinggi dan suka membantu orang di sekitarnya. Dalam hal keagamaan juga selalu terdepan,” ujar Dedi saat dimintai keterangan.

Hal yang sama juga disampaikan Eva Saskia yang mengapresiasi terhadap kinerja Abdul Rahman senantiasa aktif dalam menjalankan tugas di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, Abdul Rahman dikenal responsif terhadap informasi dan persoalan yang disampaikan warga. Ia juga menilai komunikasi yang terjalin dengan masyarakat berjalan baik.

“Beliau sangat aktif, responsif, dan selalu hadir di tengah-tengah warga. Setiap ada kegiatan, informasi, maupun permasalahan warga, beliau cepat tanggap dan memberikan solusi. Komunikasi dengan warga juga sangat baik,” kata Eva.

Ia menambahkan bahwa Abdul Rahman dinilainya sigap membantu warga yang membutuhkan, termasuk masyarakat kurang mampu, serta bersedia turun langsung ke lapangan.

“Beliau selalu sigap membantu warga, informasinya cepat, dan selalu turun langsung ke lapangan. Beliau adalah sosok yang amanah, kerja nyata, tidak pandang waktu. Kami sebagai warga sangat merasa terbantu,” tutur Eva.

Penilaian positif juga disampaikan Suprianto yang menilai Abdul Rahman memiliki kemampuan bermasyarakat dan layak mempertimbangkan diri untuk maju dalam pencalonan kepala desa.

“Menurut saya, Bang Rahman itu sudah pantas kalau mau mencalonkan diri menjadi Kepala Desa Ujung Negeri Hulu. Beliau mampu bergaul dan bermasyarakat serta memiliki kemampuan untuk memimpin. Beliau memang harus maju,” ujar Suprianto. (MR/AS)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Metro Rakyat News

Tinggalkan Balasan