PT.KAJ Diduga Konspirasi Dengan Penguasa Terkait Aktivitas Batching Plant di Labuan Bajo

PT.KAJ Diduga Konspirasi Dengan Penguasa Terkait Aktivitas Batching Plant di Labuan Bajo
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MABAR – Kordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ILMU Doni Parera, mengecam keras aktivitas Batching Plant yang diduga ilegal/tanpa mengantongi izin operasional milik PT. Karya Adhi Jaya (KAJ) yang merupakan satu group dengan PT. Anugrah Nuansa Kasih (ANK) berlokasi dalam zona pariwisata di Binongko, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Melalui pesan WhatsApp kepada media ini, Sabtu, (03/01/2024), Doni Parera mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut menjalin konspirasi bersama penguasa selama ini sehingga merasa dilindungi dan menjadi arogan. Bisnis batching plant ini belum memiliki proses izin oprasi tetapi sudah beroperasi,” Ujarnya

“Kuat dugaan saya, Ini yang terjadi ketika kontraktor yang selama ini bekingi penguasa merasa dilindungi dan jadi arogan. Merasa paling hebat, abaikan banyak aspek, dan main terabas untuk jalankan bisnisnya, terutama bisnis batching plant ilegal.” Ungkap Doni

Menurut Doni, PT.KAJ masuk dalam catatan hitam perusahaan nakal yang tahun demi tahun mendapatkan proyek puluhan miliar karena kedekatannya dengan penguasa. Seolah terjalin simbiosis mutualisme, mereka melangkah tanpa mempedulikan banyak aspek, menganggap diri paling hebat.

“Dalam catatan kami, perusahaan yang nakal dan pongah ini, tiap tahun dapat jatah proyek puluhan miliar karena kedekatan dengan penguasa. Mereka seperti simbiosis mutualisme,” ujarnya.

Lanjut Doni, dari perspektif ini terungkap bahwa pemegang kekuasaan di daerah lebih memprioritaskan melindungi keuntungan kroni ketimbang melayani rakyat. Dibalik layar, mereka menciptakan hubungan yang merugikan masyarakat demi kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Kini, perhatian beralih kepada aparat penegak hukum, diharapkan menjadi pelopor keadilan.

“Sekarang kita berharap pada Aparat penegak hukum. Semoga mereka bisa tegas, moralnya tidak dapat ditekuk uang, sehingga bisa tegakkan keadilan. Walaupun harapan ini dalam kondisi sekarang, dimana banyak APH yang bermental bobrok, brengsek, seringkali lupa, lalai, dan mengabaikan tugas pokoknya, karena mata batin sudah tertutup rupiah,” kata Doni.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat agar sama-sama mengawal kasus ini agar drama saling perlindungan antara kontraktor pongah dan penguasa alim dapat berakhir.

“Dengan terus mengungkap fakta dan mendorong aparat penegak hukum, kita berharap untuk melihat keadilan yang hakiki dan perlindungan bagi kepentingan rakyat,” tutup Doni.

Saat dikonfirmasi media melalui pesan WhatsApp Sabtu, (03/01/2024), Direktur PT. Karya Adhi Jaya (KAJ), Wemmi Sutanto mengatakan bahwa dirinya masih dalam keadaan sakit,”Saya masih sakit….belum bisa diskusi yang berat2 e”ujarnya. (MR/Eras).

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.