Apel Gabungan Forkompinda Serbuan Penanganan Stunting di Sorong Selatan
METRORAKYAT.COM, SORONG SELATAN – Stunting merupakan isu nasional dan menjadi tanggung jawab negara untuk menurunkan angka stunting hingga tahun 2024 Indonesia berada dalam 16%. TNI/Polri dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong Selatan Apel Gabungan Serbuan Penanganan Stunting di Sorong Selatan provinsi Papua Barat Daya.
Turut hadir Bupati Kabupaten Sorong Selatan Samsudin Anggiluli, SE, Wakil Bupati Kabupaten Sorong Selatan, Drs Alfons Sesa, Dandim 1807 Sorong Selatan Letkol Ronald Michael Patty, Kapolres Sorong Selatan AKBP Dr.(Chand) Choiruddin Wachid, kadis Kesehatan Kabupaten Sorong Selatan Martinah Atanai, Pimpinan OPD, dan TNI/Polri di lingkungan kabupaten Sorong Selatan.
Bupati Sorong Selatan Samsudin Anggiluli, SE dalam apel tersebut mengungkapkan bahwa kita sama-sama melaksanakan apel dalam rangka melaksanakan apel gabungan forkompinda serbuan penanganan stunting di Sorong Selatan Papua Barat Daya.
Kegiatan yang dilakukan ini merupakan bagian dari penanganan stunting di Kabupaten Sorong Selatan dan mudah-mudahan bisa mengurangi angka stunting di Kabupaten Sorong Selatan.
“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak Dandim dan seluruh anggota TNI bapak Kapolres bersama jajarannya yang telah melaksanakan langkah-langkah untuk bersama-sama dengan pemerintah untuk penanganan angka stunting di Kabupaten Sorong Selatan yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita semua,”ujarnya.
Dia juga menjelaskan berdasarkan pengarahan Presiden Republik Indonesia bahwa tahun 2024 angka stunting harus turun menjadi 16% dari total keseluruhan 24% secara nasional. “Kita di Kabupaten Sorong Selatan kita punya angka stanting ini tinggi yaitu 1200 penderita dan puji Tuhan sudah dilakukan penanganan hingga tahun 2023 ini kita punya penderita stunting berkurang menjadi 900 penderita,”sebutnya.
Dijelaskan, Stunting yaitu anak-anak yang pertumbuhan tubuhnya tidak sesuai dengan usia dan juga yang mungkin kurang gizi sehingga menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, TNI dan polri dan semua stakeholder yang ada untuk bergandengan tangan bagaimana menurunkan angka stunting di kabupaten yang jumlahnya kurang lebih dan 900 di Kabupaten Sorong Selatan hari ini.
Langkah -langkah yang telah dilaksanakan untuk kita menurunkan angka stunting dan selanjutnya dengan memberikan bantuan tapi juga ada sosialisasi sosialisasi kepada warga masyarakat untuk bagaimana pola hidup sehat bagi anak-anak ini bisa sehat dan juga ada bantuan-bantuan kepada warga masyarakat.
“Kami harapkan juga kepada anggota TNI/Polri PNS yang akan membagikan stimulan atau bahan tapi juga kita memberikan sosialisasi untuk pola hidup bagi warga masyarakat sehingga untuk kita bisa mendapatkan anak yang sehat karena kita tahu bahwa tahun 2024 itu kita akan menjadi Indonesia emas atau negara yang maju di dunia, maka menjadi penting adalah bagaimana kita mempersiapkan generasi anak-anak Papua yang ada di Papua ini, anak yang sehat kalau dia sehat baru dia akan bisa hidup nanti di tahun 2025 itu bisa bersaing dengan anak-anak yang lainnya kalau kita tidak siapkan kita tidak tangani Bapak Ibu tahun 2045 itu akan menjadi masalah bagi kita yang ada di tanah Papua, Tugas kita di Sorong Selatan dalam rangka penanganan stunting ada di wilayah sekitar pinggiran di Kabupaten Sorong Selatan dan terima kasih Bapak Ibu anggota TNI polri yang melaksanakan tugas pembagian kepada masyarakat,”sebutnya. (MR/DEWA)

