Perang pasukan khusus cegah kecurangan putaran dua Pilgub Jakarta
MetroRakyat.com | JAKARTA — Dua pasangan Cagub-Cawagub DKI Jakarta terus melakukan persiapan menjelang hari pencoblosan Rabu (19/4) mendatang. Salah satunya membentuk pasukan khusus mengantisipasi kecurangan pemungutan suara di putaran kedua ini.
Antisipasi awal dilakukan Partai Gerindra yang mengusung Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno. Partai berlambang kepala burung garuda itu membentuk pasukan khusus terdiri dari kader Gerindra dan pengacara melakukan pengawasan sejak tahap penyusunan data pemilih untuk putaran kedua.
“Total ada 300 pengacara yang kita kerahkan untuk pengawal pendataan pemilih untuk putaran kedua. Karena kami tidak ingin ada mobilisasi massa pada hari H lewat penggunaan suket,” ujar Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik, Senin (13/3).
Menurut dia, alasan dibentuknya tim pengawas itu lantaran perolehan suara Anies-Sandiaga bakal dikerjai. Keyakinan itu berdasarkan temuan pada putaran pertama adanya sejumlah suket yang dianggap bodong harus menjadi perhatian bagi dukcapil dan pihak kelurahan.
“Kita harapkan putaran kedua ini tidak ada kecurangan, dan PNS pun kita minta untuk bersikap netral,” jelas dia.
Sementara itu, pasangan Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat mengharapkan pencoblosan di putaran kedua Pilgub DKI berlangsung jujur dan adil. Sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
Djarot tidak mempermasalahkan saingannya, Anies-Sandiaga mempersiapkan diri agar tidak dicurangi. Sehingga, dia bersama tim pemenangan juga mempersiapkan pasukan pengawasan di TPS.
“Sama ke semuanya kita harus jujur dan adil jangan curang. Makanya kita juga bikin pasukan-pasukan,” katanya di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (6/4).
Mantan Wali Kota Blitar ini mengungkapkan, beberapa pasukan telah disiagakan, baik dari relawan ataupun partai pendukung. Mereka bertugas untuk mengantisipasi adanya kecurangan di tempat pemungutan suara (TPS).
“Seperti ini gerak cepat untuk mengantisipasi jangan sampai ada kecurangan. Saya bilang jangan sampai curang,” tutup Djarot.
Seperti diketahui, persoalan daftar pemilih untuk putaran kedua adalah pekerjaan rumah yang tengah diselesaikan oleh KPU DKI Jakarta saat ini. Sejumlah data telah masuk untuk direkapitulasi. (MR/MERD).


