Ini Pengakuan Warga Binaan LP Kelas II A Jember Yang menjalani Asimilasi
MetroRakyat.com | JEMBER – Pembukaan TMMD 98 di Desa Karang Bayat Kec Sumber baru Jember, Rabu, (05/04/2017) Pukul 09.00 Wib oleh Bupati Jember dr Faida MMR memang cukup meriah sekali, hal yang paling unik pada pembukaan tersebut adanya warga Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Jember yang sedang menjalani asimilasi yang turut serta pada pasukan upacara tersebut.
Tejo Herwanto Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember saat di wawancarai menyatakan kesempatan ini merupakan program berkesinambungan dan dalam regulasi lembaga pemasyarakat ternyata ada program asimilasi yang berkaitan dengan kegiatan kemasyarakatan, danDandim 0824 Letkol Inf Rudianto menegaskan bahwa akan melaksanakan TMMD 98, karena kita bagian dari masyarakat maka saya berharap narapidana yang menjalani asimilasi terebut untuk dapat di libatkan.
Saya ditanyakan kriteria yang di persyaratkan bagi napi yang secara administrative dan subtantif pertama berprilaku baik selama menjalani hukuman, aktif pada pembinaan kepribadian misalnya di kegiatan keagamaan, dan secara subtantifyarat sebenarnya adalah bagi narapidana yang telah menjalani ½ masa pidananya namun Dandim meminta yang sudah menjalani 2/3 masa pidananya, sehingga kami berani mengeluarkan narapidana yang menjalani asimilasi untuk ikut terjun di TMMD 98 ini. kataTejo Herwanto.
Saat di tanyakan berapa anggota napi asimilasi yang di turunkanTejo Herwanto menjelaskan bahwa dari jumlah narapidana yang ada ternyata 20 orang yang di nyatakan memenuhi syarat untuk dilibatkan pada kegiatan TMMD ini, dan harapannya bahwa stigma buruk terhadap para nara pidana melalui momentum TMMD ini mampu membuktikan bahwa mereka bukan sampah masyarakat, tetapi mereka membantu masyarakat, dan siap terjun bersama ditengah-tengah masyarakat.
Usai mewancarai KaLapas Kelas II A Jember kami mencoba mewawancarai warga binaanya itu narapidana yang menjalani asimilasi dan hadir pada TMMD 98 ini, sebelum kita rekam saat menjumpai mereka dan kami tanyakan apa kesan mereka secara bersama-sama menjawab “Saya sangat senang sekali bisa membantu pada TMMD 98, dan salah satu narapidana yang saya wawancarai adalah Syafiullah umur 40 tahun warga binaan yang telah menjalani sanksi hukuman selama 1 tahun tersebut tersandung kasus fidusia.
Saat ditanyakan apa harapannya dengan di ikutkan pada Program TMMD ini “Saya sangat senang sekali” karena kita dapat membantu masyarakat dapat berbakti kepada Bangsa dan Negara, kemudian saat ditanyakan apa tanggapan masyarakat Syafiullah menjawab bahwa masyarakat sangat baik dan tidak membeda-bedakan bahwa dirinya seorang narapidana, dan dirinya semangat sekali ingin mendukung kegiatan TMMD 98 ini sampai selesai.
Saat ditanyakan apa keahliannya saat ini Syafiullah menjelaskan bahwa keahliannya yang utamaadalankerjalas yang di dapat pada program bimbingan kerja (bimker) selama di Lapas, dan kita siap untuk membantu menjadi kuli bangunan, angkat-angkat dan lain-lain tidak apa-apa kita bersama teman-teman siap untuk itu. Saat ditanyakan apa harapannya setelah bebas nanti bahwa dirinya ingin kembali kekeluarga dan masyarakat, ingin buka bengkel las untuk mencukupi keluarganya.
Keberadaan warga binaan Lapas II A Jember tersebut memang sangat unik sekali bahkan sejak beberapa waktu yang lalu menjadikan perhatian para awak media untuk mewawancarainya, haltersebutsemogamenginspirasi kita semua untuk lebih semangat berbuat positif untuk masyarakat bangsa dan negara. (MR10/red)
