Dwi Surahman (Kepsek) SD 2 Penawar Jaya Meperkaya diri Menggunakan Lahan Sekolah Untuk Menanam Tebu Tidak Memiliki Ijin
METRORAKYAT.COM, TUBA – Diduga memperkaya diri sendiri, Dwi Surahman kepala sekolah (kepsek) SDN 02 Penawar Jaya kec. Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang menyalahi hak guna lahan tanah sekolah milik Negara.
Jelas lahan sekolah yang ditanami Tebu oleh Dwi Surahman selaku (Kepsek) 02 Penawar Jaya, telah di komfirmasi pada tanggal 1 juni 2022 , namun oknum Kepsek tersebut tidak ada omongan sepatahpun dan terdiam.
“Pada tanggal 2 juni 2022 dinas pendidikan yang membidangi telah di konfirmasi mengatakan bahwa tidak ada sekolah yang mendatangi kami atau meminta ijin untuk menanam lahan sekolah tersebut, apa lagi lahan tersebut untuk digunakan menanam tebu jelas itu sangat membahayakan anak murid pada waktu jam pelajaran sekolah, apa bila ada anak murid yang mau bermain atau pada waktu jam belajar ada ular yang masuk mengigit anak murid atau terjadi kebakaran hal hal yang tidak di ingikan siapa yang akan bertanggung jawab,” cetus Ibrahim Hasan.
Masih Ibrahim Hasan, yang jelas apa bila lahan sekolah SD tersebut masih ada yang kosong itu juga tidak sembarangan untuk ijin menggunakan lahan tersebut apa lagi untuk menanam tebu, karna Lahan itu milik pemerintah atau aset daerah.
“Jelas (Kepsek) tersebut menanam tebu tidak memiliki ijin kepada dinas pendidikan atau yang membidanginya,”terang warga setempat
Pak sabar selaku masyarakat setempat juga resah karena lahan sekolah tersebut ditanami tebu sementara anak mereka juga sekolah di SDN 2 Penawar Jaya.
“Kalau anak kami terjadi misalnya digigit ular siapa yang akan bertanggung jawab, kami juga resah setiap malam hari kami mau tidur kami takut kalo ada ular yang masuk kerumah kami atau dirumah masyarakat sekitar sekolah ini. Dan pak Lurah juga sudah melarang untuk menanam tebu dilahan sekolah itu, tapi tidak didengarkan oleh kepala sekolah Pak Dwi Surahman. Semoga dengan kami melaporkan kepada awak Media, sekolah SD ini untuk lahan yang kosong jangan ditanami tebu lagi bila perlu lahan ini digunakan untuk sebaik mungkin tutup Pak sabar yang juga masyarakat setempat. (MR/Tim)
