Diduga Geuchik Sungai Lueng Sunat Uang Bantuan Megang Dari Pemko Untuk Warga
METRORAKYAT.COM, LANGSA ACEH – Diduga, Geuchik Gampong (Desa) Sungai Lueng, Kecamatan Langsa Timur, Elhajir melakukan pemotongan (Sunat) uang bantuan megang dari Pemerintah Kota Langsa yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu saat menjelang puasa Ramadhan 1443 H tahun 2022.
Seperti diketahui sebelumnya, Senin, 28 Maret 2022 atau menjelang megang Ramadhan 1443 H, Pemerintah Kota Langsa menyalurkan uang bantuan megang kepada masyarakat melalui rekening gampong, termasuk gampong Sungai Lueng, sesuai jumlah masyarakat penerima.
Untuk gampong Sungai Lueng sendiri jumlah penerima uang bantuan megang berdasarkan data sebanyak 103 orang dengan nominal bantuan Rp 150 ribu per orang. Sehingga Pemko Langsa mengirimkan uang bantuan megang ke rekening gampong Sungai Lueng sebanyak Rp. 15.450.000 untuk 103 orang pada Senin, 28 Maret 2022 tersebut, sebagaimana tertera pada mutasi kredit rekening gampong.
Pasca penerimaan uang bantuan dimaksud, geuchik Gampong Sungai Lueng menyerahkan penyaluran uang bantuan megang dari Pemko Langsa untuk masyarakat penerima kepada imam gampong (desa-red).
Namun nominal uang bantuan megang Pemko Langsa yang diterima oleh imam desa dari geuchik hanya Rp. 14.500.000, tidak sesuai nominal bantuan Pemko yaitu Rp. 15.450.000 dan diduga Geuchik melakukan pemotongan sebanyak Rp. 950.000.
Terkait dugaan tersebut, Imam Desa Gampong Sungai Lueng, Tgk. Syarifuddin dalam konfirmasinya pada Kamis (12/05) malam, membenarkan perihal dimaksud. Bahwa dirinya hanya menerima uang bantuan megang Pemko Langsa dari Geuchik untuk dibagikan kepada warga sebesar Rp. 14.500.000.
“Benar, saya hanya menerima uang bantuan megang Pemko Langsa dari geuchik sebesar Rp. 14.500.000, tapi berapa jumlah bantuan yang diberikan Pemko saya tidak tahu, pastinya saya hanya menerima segitu dari geuchik dan langsung saya salurkan kepada masyarakat,” sebut Tgk. Syarifuddin.
Sementara itu, Kepala Inspektorat Kota Langsa Syahrial dalam konfirmasinya terkait dugaan pemotongan uang bantuan megang Pemko Langsa tersebut mengatakan, dirinya telah mendapatkan laporan dan informasi perihal dugaan dimaksud.
“Benar, saya telah menerima laporan adanya dugaan itu (pemotongan-red), namun kita belum bisa memastikan, karenanya hari ini kita akan melakukan pemeriksaan lapangan ke gampong-gampong penerima uang bantuan megang Pemko terkait penyaluran. Bila terbukti adanya dugaan tersebut,atau adanya penyelewengan lainnya, hasilnya segera kita laporkan ke Walikota Langsa dan Walikota yang akan mengambil tindakannya sesuai aturan,” sebut Syahrial.
Terpisah, Geuchik Gampong Sungai Lueng, Elhajir dalam konfirmasinya melalui whatapps jum’at (13/05/2022) membantah dugaan tersebut.
Dirinya mengaku sudah menyerahkan uang bantuan megang dimaksud kepada imam desa secara utuh. Karena yang menyalurkan uang bantuan tersebut imam desa.
“Uangnya sudah saya kasi semua ke pak imam, pertama saya kasi Rp. 15 juta dan saya tarik Rp.500 ribu, jadi yang diterima pak imam Rp. 14.500.000, karena uang di bank belum di tarek jadi pakai uang saya dulu. Setelah 4 atau 5 hari kemudia saya kasi lagi ke pak imam Rp. 2 juta sekalian uang kereta,” demikian penjelasan Geuchik.(MR/FAHRID)
