Sudah 3 Bulan BBM Bio Solar Langka Di SPBU yang ada di Bilah Hulu

Sudah 3 Bulan BBM Bio Solar Langka Di SPBU yang ada di Bilah Hulu
Bagikan

METRORAKYAT.COM, LABUHANBATU – Permasalahan kelangkaan dan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bio solar mulai pagi sampai sore maupun malam hari di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Bilah Hulu,Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, sudah terjadi selama 3 bulan terakhir dan nyaris tidak ada menunjukan titik terang untuk mengatasi permasalah tersebut.

Kelangkaan dan sulitnya mendapatkan BBM jenis bio solar di SPBU sekitar Aek Nabara,Kecamatan Bilah Hulu,pada siang hari,banyak supir mobil dump truk pengangkut TBS kelapa sawit kesal,karna ketinggalan tirip angkutan diakibatkan tidak cukupnya lagi bahan bakar untuk melanjutkan perjalanan dan terpaksa mengantre berjam-jam dengan cara memarkirkan kendaraanya disekitar areal SPBU dengan menunggu sampai pasokan BBM jenis bio solar datang.

Hal tersebut merupakan ungkapan supir-supir mobil dump truk pengangkut TBS kelapa sawit yang lagi parkir di sekitar SPBU karna kekurangan bahan bakar untuk melanjutkan perjalanan disaat duduk bersama awak disalah satu warung sekitar SPBU di Aek Nabara.

“Tulisan “BBM dalam perjalanan atau Pertamina Dex maupun Dexlite “yang menandakan BBM jenis bio solor habis atau kosong di SPBU tersebut pada siang hari,bukan hal baru lagi yang kami temui di SPBU yang ada disekitar Aek Nabara,Bilah Hulu ini,sebut Herman,(40),salah satu supir dump truk saat bincang-bincang tersebut berlangsung,Jumat,(11/3/2022)

Sambungnya lagi,”sudah ampir 3 Bulan ini,sulit mendapatkan minyak bio solar disiang hari di SPBU yang ada Bilah Hulu ini,kalau tidak cukup lagi minyak untuk melanjutkan perjalan,terpaksa kita parkir sekitar areal SPBU sampai menunggu datangnya pasokan minyak bio solar,kalau kita beli minyak Pertamina Dex atau Dexlife terlalu mahal,tidak bergaji lagi kita,uang jalan habis beli minyaklah jadinya,dan kalau kita mencari minyak bio solar dipengecer mahal juga harganya,sekitar 8 ribu seliter.

“Lagian bukan hanya mobil dump truk pengangkut TBS kelapa sawit yang sering parkir disekitar areal SPBU akibat kekurangan bahan bakar untuk melanjutkan perjalanan,mobil-mobil truk jenis tronton pengangkut barang yang lintas luar kota antar provinsi,sering juga ada parkir”,Ungkapnya.

“Kita menunggu datang BBM bio solar di SPBU,tidak tentu juga waktunya,mau juga sampai tengah malam baru datang”cetusny

Lanjutnya lagi,Dan kami supir yang makan gaji dari uang jalan bang,menduga ada permainan penyulingan BBM jenis bio solar ini,dari tangki mobil ke jerengen dengan tujuan untuk dijual sama pengusaha pengguna alat berat jenis Beko,kenapa ada duga saya begitu,ada 3 SPBU sekitar Bilah Hulu,disiang hari sama-sama kosong minyak bio solar,karna alat berat jenis Beko sekarang banyak bekerja dilahan perkebunan kelapa sawit perorangan sekitar Kecamatan Pangkatan,dan kami,supir-supir yang makan gaji dari uang jalan meminta kepada pihak berwajib mudah-mudahan para pelaku penjual BBM bio solar tersebut tertangkap,biar masalah kelangkaan minyak bio solar teratasi.

Saat awak media bertanya kepada salah satu karyawan SPBU yang tidak mau namanya disebutkannya, mengatakan,  menurut kabar yang dia terima, BBM Biio Solar saat ini telah di jatah. “Kalau mau jelasnya nanya aja sama pimpinan kami, tapi pimpinan lagi tidak ditempat dan nomor kontaknya, tidak ada sama kami,”jelsnya Jumat (11/3/2022).(MR/HPS)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.