Saat nya Bekerja, Stop Tradisi Pencitraan
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Banjir…sudah menjadi problema dalam kehidupan masyarakat. Banjir bukan hanya terjadi di perkotaan, namun banjir juga dapat tejadi di daerah pedesaan. Hanya saja banjir yang terjadi di perkotaan disebabkan akibat tidak lancarnya air yang masuk ke drainase akibat tersumbat. Meluapnya sungai karena proses pendangkalan dan penyempitan akibat tumpukan sampah atau imbas pembangunan didekat aliran sungai.
Banjir bukan barang baru lagi di Kota Medan, dari Wali Kota sebelumnya, Banjir juga sudah pernah terjadi dan menggenangi rumah-rumah penduduk di kota Medan. Daerah pinggiran sungai misalnya, warga yang tinggal disepanjang pinggiran aliran sungai seperti di sepanjang sungai Babura, Sungai Deli dan Sungai Sei Sikambing, banjir terjadi ketika debit air meningkat dan tidak tertampung oleh sungai.
Dua tahun terakhir ini, ketika hujan turun berkepanjangan, banjir semakin meluas bahkan ke rumah-rumah warga yang tidak dekat dengan sungai. Kalau sebelumnya banjir terjadi di rumah warga dekat sungai akibat terjadi kenaikan debit air, saat ini banjir dapat terjadi akibat penyumbatan drainase dan sedikitnya jumlah resapan aliran air.
Seperti banjir yang terjadi pada hari Senin, 28 Februari 2022. Diketahui hujan yang turun berkepanjangan telah menyebabkan aliran air tidak mampu tertampung drainase sehingga airpun merambat memasuki halaman dan rumah-rumah warga. Bukan hanya itu, banjir juga terjadi di beberapa pasar di kota Medan, termasuk juga jalanan protokol pun tidak luput dari banjir.
Masyarkat tidak mampu berbuat apa-apa. Beberapa ada yang menyalahkan Pemerintah dan ada juga yang menganggap pemko Medan belum serius mengatasi permasalahan banjir. Sementara anggaran untuk infrastruktur sangat besar digelontorkan pemko Medan setiap tahunnya.
Apalagi, saat ini dinas Pekerjaan Umum (PU) kota Medan sedang galak-galaknya melakukan perbaikan drainase dan masyarakat kota Medan dapat melihat perbaikan drainase di beberapa titik ruas jalan di kota Medan, tapi apa yang salah,…banjir tetap menghantui dan masih terjadi di kota Medan.
Mungkin, ini menjadi pelajaran penting bagi para pejabat di pemerintahan kota Medan. Terutama bagi Wali Kota Medan. Dimana, salah satu program prioritas adalah menjadikan kota Medan bebas banjir. Namun, pemikiran Kota Medan bebas banjir tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Butuh kerja keras dan dukungan semua pihak. Perbaikan drainase yang dilakukan saat ini apakah sudah sesuai atau jangan-jangan hanya akan menambah dampak banjir. Karena saat ini banjir itu bukan lagi terjadi bagi warga yang tinggal di pinggiran sungai namun sudah melus dan hampir disetiap daerah di kota Medan pun sudah terjadi banjir ketika hujan turun berkepanjangan.
Jangan sampai kota Medan di kepung banjir dan berdampak berkurangnya kepercayaan masyarakat kepada pemko Medan.
Saat nya Bekerja dan stop tradisi pencitraan. Masyarakat kota Medan saat ini menggantungkan harapan besar kepada Wali Kota Medan untuk membuat kota Medan berubah dari sebelumnya. Masyarakat kota Medan meski melihat kinerja Wali Kota Medan gigih namun, masyarakat berharap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mendukung program Wali Kota Medan termasuk juga dukungan dari para Legislatif di Kota Medan.
Semoga Medan kedepan dapat lebih baik lagi, tidak mudah banjir dan infrastruktur jalan dan drainase dapat terbenahi dengan baik.(MR/red)

