Polsek Sunggal Amakan Pemuda Pelaku Penggelapan Motor Temannya
MetroRakyat.com | MEDAN — Joko Putra (24), warga Jalan Binjai Km 15, Desa Glugur Rimbun, yang sehari-hari berprofesi sebagai pekerja bangunan tega menggelapkan kereta Honda Spacy BK 2941 AED, milik Iqbal Reza (23), warga Tanjung Selamat, yang merupakan temannya sendiri. Namun, dia tak bisa ‘bilang pisang’ lagi ketika dijebak cewek cantik bernama Kiki (24), warga Jalan Binjai di Jalan Jamin Ginting, tepatnya di Pajak USU (Pajus).
Alhasil, Joko Putra pun digeret ke Polsek Sunggal, Jumat (17/2) jam 17.00 wib Informasi yang diperoleh, kejadian penggelapan itu terjadi Selasa (14/2) yang lalu. Pelaku yang sudah lama kenal dengan Iqbal meminjam kereta korban dengan alasan mau mengambil gaji di Jalan Binjai. Karena sudah biasa, tanpa curiga Iqbal pun memberikan keretanya pada Joko. “Aku lagi mandi bang, dipinjamnya kereta. Katanya mau ambil gaji, kukasihlah kereta,” jelas Iqbal di Mapolsek Sunggal.
Lama menunggu, pelaku tak juga muncul batang hidungnya dan mengembalikan kereta. Iqbal pun mulai resah dan coba menghubungi pelaku, tapi tak membuahkan hasil. Habis kesabaran, korban pun mendatangi Mapolsek Sunggal untuk melaporkan hal tersebut. Sembari menunggu hasil penyelidikan, Iqbal beserta keluarganya pun merancang siasat untuk menangkap pelaku. Mereka kemudian sepakat mengumpankan Kiki yang berparas cantik.
Gadis yang merupakan pacar abang korban coba memancing pelaku keluar dari sarangnya lewat jejaring sosial Facebook. “Aku pura-pura kenalanlah sama dia dari FB biar tahu keberadaan dia bang,” kata Kiki di Mapolsek Sunggal. Dari perkenalan singkat itu, Joko pun akhirnya termakan umpan dan sepakat untuk ‘kopi darat’ dengan Kiki di salah satu warung lesehan di Jalan Jamin Ginting. “Satu hari kami kenalan Facebook dia langsung ngajak jumpa bang,” tambah penjual parfum ini lagi. Kiki kemudian datang ke lokasi yang ditentukan, tapi dia tak sendirian.

Tiga teman pria ikut mengiringinya ke warung tersebut. Begitu ketemu, ketiga teman Kiki langsung menyergap pelaku. “Pas ketemu di lesehan langsung ditangkap kawan-kawanku dia,” sambungnya. Ketika diinterogasi pelaku mengaku khilaf dan mengatakan jika kereta korban telah ia gadai seharga Rp 500 ribu. “Katanya digadainya sama kawannya kereta itu 500 ribu bang,” tegas Kiki lagi.
Sementara orangtua korban ketika ditemui di Mapolsek Sunggal merasa kecewa pada pelaku. Pasalnya pelaku sudah dianggap seperti anak kandungnya sendiri. “Kecewa kali saya, udah lama dia tinggal makan dan minum di rumah saya. Tapi kayak gini perbuatannya sama saya,” kesal ayah korban. Kanit Reskrim Polsek Sunggal ketika dikonfirmasi mengaku sudah mengamankan pelaku. “Pelaku sudah kita jebloskan ke sel tahanan. Selanjutnya akan kita kembangkan untuk mencari kereta korban,” jawabnya. (MR04/RED).
