Satpol PP Kabupaten Malang Antisipasi Lonjakan Kunjungan Wisata

Satpol PP Kabupaten Malang Antisipasi Lonjakan Kunjungan Wisata
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MALANG – Satpol PP Kabupaten Malang di situasi pandemi saat ini tengah mengantisipasi lonjakan kunjungan wisata.

Itu dikarenakan untuk Saat ini Kabupaten Malang masih menerapkan PPKM level 3.perihal penanggulangan penyebaran Covit-19

Karena takut kecolongan lonjakan kasus Covit Pemkab masih belum merestui pembukaan tempat pariwisata terutama di pesisir pantai selatan.

Namun hasil pantauan dilapangan , ada lonjakan pada arus wisatawan yang melewati jalur lintas selatan alias JLS dalam beberapa hari terakhir.

“,Begitu mendengan ada info seperti itu kami langsung koordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Malang, Pemprov Jatim, dan Kementerian Pariwisata. Jika tempat wisata boleh beroperasi, kami minta QR Code di aplikasi PeduliLindungi,” terang Firmando Hasiholan Matondang, Sekretaris Satpol PP Kabupaten Malang , Senin (27/9/2021).

Ia mengatakan bahwah ada beberapa tempat pariwisata pantai yang diserbu wisatawan tidak memiliki pintu gerbang masuk alias loket.

“Kebanyakan yang di datangi para wisata ini pantai pinggir jalan,kan ada pantai yang langsung berhadapan dengan di JLS. Itu yang sempat ramai. Kalau Pantai Balekambang kan ada pintu masuknya, jadi masih tutup,” ungkapnya.

Menyikapi itu semua ia menempatkan sejumlah personel untuk memantau protokol kesehatan di pantai terbuka tersebut.

“Kami sudah lakukan koordinasi melalui Muspika, sebab personel kami untuk saat ini fokus di tempat vaksinasi,” terang Mando.

Sementara itu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang telah merestui lima tempat wisata untuk uji coba pembukaan.

Adapun wisata yang untuk uji coba pembukaan yaitu Lembah Indah di Kecamatan Ngajum, Wisata Flower Santera di Pujon, Desa Wisata Pujon Kidul, Desa Wisata Sanankerto Boonpring, dan Pantai Balekambang.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara mengatakan lima tempat wisata itu dipilih karena sinyal internetnya cukup kuat untuk terintegerasi dengan aplikasi PeduliLindungi.

“Jadi, apabila afa wisatawan datang para wisatawan itu bisa menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Kami pantau lewat video dan kami laporkan ke Kemenparekraf dan Menko Marves. Kmi akan survei ke lokasi pada pekan depan,” jelas Made.(MR/Probo).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.