Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU Memberikan Pemahaman Serta Bimbingan di Yayasan Panti Asuhan Bani Adam Kota Medan

Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU Memberikan Pemahaman Serta Bimbingan di Yayasan Panti Asuhan Bani Adam Kota Medan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Menjadi seorang Mahasiswa sejatinya bukan hanyalah sekedar sebuah sebutan belaka saja, tetapi disamping itu mereka harus mampu menjadi agen perubahan dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah didapatnya dalam masa perkuliahan.

Hal ini tentu saja telah dilakukan oleh Mhd. Farhan Shidqi Tanjung dengan NIM 180902010 yang merupakan seorang Mahasiswa Strata 1 Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Kampus FISIP USU.

Kemudian, tak luput dari adanya bimbingan yang dilakukan oleh ‘Supervisor Sekolah’ atau seorang dosen yang membimbing jalannya kegiatan tersebut yaitu Ibu Dra. Berlianti, MSP.

Dalam pelaksanaan ini, ternyata yang bersangkutan sedang melaksanakan Praktikum Kerja Lapangan – 1 atau biasa disebut dengan (PKL-1) di Yayasan Panti Asuhan Bani Adam As. Tepatnya di Jl. Mangaan III Psr. 2 No. 216 Kelurahan Mabar, Kecamatam Medan Deli, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Selanjutnya, pelaksanaan dari kegiatan tersebut berlangsung selama 3 bulan terhitung mulai maret sampai juni tahun 2021.

Dari informasi yang diperoleh dari narasumber selama pelaksanaan PKL-1 berlangsung, bahwa ia telah banyak melaksanakan beberapa bentuk kegiatan untuk menunjang kreativitas anak-anak panti tersebut dengan mengadakan kegiatan seperti belajar sambil bermain sehingga peserta tidak merasa kejenuhan dalam mengikuti agenda tersebut.

Pada dasarnya, Farhan (sapaan akrabnya) ingin menumbuhkan rasa semangat mereka dalam kegiatan belajar sehari-hari dengan membentuk kelompok belajar dan diselingi dengan adanya quiz berhadiah bagi anak-anak panti yang bisa menjawab pertanyaan darinya, juga adanya games ice-breaking agar mereka tidak merasa bosan, dan melaksanakan kegiatan bergotong royong atau berkerjasama untuk membuat suatu kerajinan tangan seperti telur asin serta menggambar suatu bentuk pemandangan yang mereka ketahui. Dan, melakukan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi atau berbicara dikhalayak ramai atau public speaking dengan bertujuan agar anak-anak panti tersebut kelak menjadi orang-orang yang hebat dan bermanfaat bagi keluarga dan Bangsa ini.

Akan tetapi seperti yang telah dilansir dari narasumber, bahwa pada saat ia mengunjungi yayasan panti asuhan tersebut tak lupa juga untuk memberikan edukasi secara khusu bagi anak panti agar mematuhi Protokol Kesehatan demi mencegah penyebaran Virus Pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih menjadi suatu momok yang mengkhawatirkan kita semua.

Maka dari itu, ia tetap selalu menerapkan prokes seperti, memakai juga membagikan masker kepada seluruh peserta anak panti yang mengikuti jalannya kegiatan tersebut, menjaga jarak 1,5 meter, memakai hand sanitizer atau mencuci tangan dengan sabun cair, dan tidak berjabat tangan ketika hendak bersalaman.

Farhan mengatakan, bahwa hal ini tentunya diharapkan kembali kepada pengurus yayasan panti asuhan ini agar selalu dan tak lupa menerapkan prokes dilingkungan kegiatan belajar mengajar panti agar tak menimbulkan klaster baru penyebaran.

“Dan tentunya kita semua dapat menghentikan laju atau memutus mata rantai penyebaran Virus Pandemi Covid-19 yang sedang melanda Negeri ini,” tambahnya saat dimintai pendapat.

Ketika masa PKL-1 berlangsung Farhan menemui seorang anak yang sulit untuk berbaur dengan sesama dan kurangnya berinteraksi sehingga kemampuan berkomunikasinya minim. Melihat hal tersebut sontak membuat Farhan langsung merangkul anak tersebut  guna menanyakan apa yang menjadi penyebab sehingga kurang percaya diri didalam lingkungan pergaulannya.

Saat ditemui, ternyata nama anak tersebut Fadli Ardiansyah Putra atau biasa disapa Fadli berumur 14 Tahun Kelas 2 SMP di Yayasan Panti tersebut dan langsung Farhan bergerak untuk melakukan Assessment terhadapnya.

Dalam hal ini, setelah diketahui Farhan menggunakan metode caseworknya Zastrow. Setelah itu, terdapat didalamnya beberapa tahapan proses penanganan pada klien dalam pelayanan praktek pekerja sosial diantaranya ialah, sebagai berikut:

1. EIC ( Engagement, Intake, Contract ), pada tahap awal ini melakukan kesepakatan dan kesediaan klien untuk terlibat dalam proses pertolongan.
2. Assessment, pada tahap ini melakukan pengenalan lebih dalam terhadap klien dengan wawancara, mempelajari masalah-masalah yang dihadapi oleh klien dan harapan klien. Tools yang digunakan adalah History Map untuk mengetahui perjalanan klien dari sejak kecil hingga sampai sekarang ini..
3. Planning (Perencanaan), dalam tahap ini perencaan yang di buat adalah mendampingi dan memotivasi klien untuk belajar, kemudian Farhan mencoba untuk menggunakan pemahaman-pemahaman secara khusus serta kemampuan pendekatan yang harapannya dapat membuat klien mau untuk menjelaskan persoalan yang dialaminya apalagi klien jauh dari orang tua yang pada dasarnya masih sangat diperlukan perhatian khusus dari mereka.
4. Intervention ( Intervensi ), pada tahap ini Farhan menilai dan memastikan bahwa pelaksanaan intervensi sejalan dengan perencanaannya. Dan melihat apa perkembangan yang terjadi selama proses intervensi berlangsung.
5. Evaluation ( Evaluasi ), tahap ini merupakan tahap dimana Farhan mengkaji kembali program intervensi yang telah ditetapkan dan juga mengetahui apakah hasil dari intervensi sudah tepat atau belum.

Setelah menerapkan beberapa tahapan-tahapan tersebut, sang klien sudah mulai percaya diri dengan kemampuan berkomunikasinya. Kemudian, Farhan juga berharap kliennya tersebut sudah mulai timbul rasa minatnya untuk belajar dan meningkatkan kemampuan berkomunikasinya lagi agar dapat berbicara didepan khalayak ramai..

Dan pada akhir masa praktikum, Farhan berharap anak-anak panti yang menjadi peserta PKL-1 untuk membuatkan suatu tulisan yang berisikan kesan dan pesan selama ia melakukan kegiatan di panti tersebut, kemudian mereka juga melakukan acara perpisahan dengan pemberian tali asih atau sembako yang harapannya agar dapat bermanfaat bagi yayasan, sekaligus berpamitan dengan para pengurus yayasan dan anak-anak panti.(oleh Mhd. Farhan Shidqi Tanjung, Mahasiswa Strata 1 Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Kampus FISIP USU)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.