Setiap Tahun APBK Dikucurkan Untuk Renovasi Tugu Ini, Kepentingan Siapa?
METRORAKYAT.COM, LANGSA – Padahal masih dalam kondisi yang baik dan cantik karena telah direnovasi di tahun 2019 lalu, namun pemko Langsa kembali mengucurkan dana APBK Tahun Anggaran 2020 ini untuk mengutak-atik bekas tugu Elang simpang Comodore Langsa.
Dianggap lakukan pemborosan anggaran daerah, dan dalam kondisi pandemi covid 19, pemko Langsa seperti kehabisan ide untuk menyerap APBK yang dinilai tidak tepat sasaran.
Meski masih terlihat baik dan layak namun pemko melakukan kegiatan yang sama dan itu-itu saja setiap tahunnya dan tidak menyentuh langsung terhadap perbaikan ekonomi masyarakat dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini.
Kali ini eks tugu Elang sp. Comodore itu kembali dipugar dan direnovasi dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari APBK Langsa tahun 2020 senilai 164.300.000,- dengan judul kegiatan Rehabilitasi Tugu Persimpangan Jalan SP. Comodore, dengan kontraktor pelaksana CV. Faizan Geubina Jaya, bernomor kontrak : 242/SPK/PUPR-CK/PL/APBK/XI/2020.
Tentunya pemandangan ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat, ada apa dan mengapa pemko melakukan pemborosan terhadap sesuatu yang tidak penting seperti ini. Bahkan perlu dipertanyakan ini kepentingan siapa.?
Semoga pemko Langsa lebih bijak dalam mengelola uang rakyat agar digunakan demi kepentingan rakyat, bukan kepentingan dan keuntungan bagi pribadi dan kelompok tertentu.
Idham putra selaku Pejabat Pelaksanaan Teknis Kegiatan ( PPTK ) pada dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) Kota Langsa, saat di konfirmasi melalui seluler mengatakan, proyek tersebut anggaran dari APBK perubahan 2020,” ucapnya Kamis ( 19/11/2020 ).
” Saat ditanyakan, oleh media siapa yang kerjakan proyek tersebut Idham Putra menjawab itu yang punya Hery pihak rekanan nya,” katanya saat dihubungi.
Sementara itu awak media menghubungi Heri yang katanya pihak rekanan CV. Faizan Geubina Jaya melalui seluler WhatsApp, dirinya mengelak dengan mengatakan saya hanya pengawasan lapangan.
Namun media pertanyaan siapa pihak rekanan nya, dirinya mengatakan, Maaf Bang….saya memang pengawas…tapi, saya aja belum jumpa,” tulis nya yang dikirimkan.
” Dengan jawaban Heri yang mengelak, katanya dirinya bukan rekanan / kontraktor dan juga dipertanyakan kepadanya siapa rekanan / kontraktor dia aja belum jumpa, sungguh sangat aneh jawaban yang di berikan, padahal dirinya mengaku pengawasan lapangan, diduga ada yang di tutupi oleh Heri.
Sampai berita ini diturunkan media belum mengetahui siapa pihak rekanan yang mengerjakan proyek tersebut masih misterius. Media akan mencari tau. ( MR/DANTON )



