LSM PERAK PROTES PLN IJINKAN PENGUSAHA PASAR MALAM MENCURI ARUS

LSM PERAK PROTES PLN IJINKAN PENGUSAHA PASAR MALAM MENCURI ARUS
Bagikan

MetroRakyat.com | MEDAN – Kasus dugaan pencurian ( illegal conecting ) arus listrik dilokasi Pasar Malam di lapangan bola Kwala Bekala, oleh pihak pengelola yang langsung menyambungkan kabel ketiang listrik untuk mengalirkan arus kepasar malam sebagai penggerak sarana hiburan dan permainan dipasar malam tersebut bahkan seluruh penerangan dilokasi menggunakan arus listrik yang cukup besar sehingga setelah dua minggu beroperasi ( direncanakan sebulan lebih) kerugian negara ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, tak terbayang besarnya kerugian yang harus ditanggung negara dan masyarakat demi kepentingan seorang cukong pasar malam.

Atas ulah cukong pasar malam tersebut, LSM PERAK ( LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT PENDAMPING RAKYAT KECIL ) melalui Haryono Sitorus, seorang tokoh masyarakat setempat yang juga merupakan Sekretaris Jendral mengajukan protes dan meminta aparat hukum bertindak menyelidiki kasus ini dengan memeriksa pejabat PLN yang terindikasi suap dan segera meminta PLN segera memutuskan sambungan liar tersebut agar kepercayaan publik kepada PLN bisa kembali meningkat.

Sebelumnya Kepala Ranting PLN Pancurbatu, T.Debataraja, ketika dikonfirmasi menyatakan hal tersebut diijinkan asal mereka bayar ke PLN, namun untuk lebih jelasnya beliau menyarankan agar pelapor datang saja kekantor sementara beliau sedang diluar kota.

Ditempat terpisah, Kepala PLN Cabang Pakam yang membawahi zona Medan, Deli Serdang dan sekitarnya ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut “ boleh, ( mengambil arus langsung dari tiang ), itu namanya Tarif Multiguna atau tarif pests, tak perlu memakai meteran, itu sesuai aturan”, Ucapnya.

Yang menjadi pertanyaan masyarakat adalah bagaimana PLN menghitung besarnya arus/ daya yang terpakai jika tak ada meteran dan kemana dana dari pengusaha yang masuk ke PLN dialokasikan?,. “Itu sebabnya kami protes dan mempertanyakan hal tersebut karena sejak pasar malam dibuka listrik tak pernah padam disekitar lokasi pasar malam, namun setelah pasar malam tutup listrk selalu padam dan ketika dikonfirmasi ke PLN, selalu jawabnya ‘defisit daya’, ada apa?, ini jelas permaianan , PLN tidak berada pada posisi sebagai perusahaan Negara yang melayani masyarakat umum namun lebih pro pada pengusaha”. Pungkas Haryono Sitorus kepada MetroRakyat.com.(MR/Trg)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.