Didatangi Anies, Warga Manggarai: KJP Jangan Dicabut, Pak!
MetroRakyat.com | JAKARTA – Blusukan ke permukiman warga di Kampung Magesen, RT 003/ RW 12, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan ‘ditodong’ kekompakan warga. Ia diminta berjanji tidak akan mencabut kebijakan Kartu Jakarta Pintar (KJP). “Pak KJP jangan dicabut ya pak!” teriak hampir semua warga, mengawali dialog yang diadakan setelah Anies blusukan, di permukiman tersebut, Minggu (9/10/2016). Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu lantas menegaskan akan memenuhi permintaan tersebut bila nanti menang dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. “Ya KJP tidak dihapus, akan diteruskan,” janjinya, seraya tersenyum.
Pernyataannya ini juga, menurutnya, sekaligus untuk menepis tudingan bahwa program favorit warga ibukota itu akan dihapus bila Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak lagi terpilih menjadi gubernur. “Jadi tidak benar itu kalau dibilang bila ganti gubernur maka KJP berhenti, tidak. KJP diteruskan, insya Allah ditambahkan jumlahnya,” ujar dia lagi. Tak hanya soal KJP, sejumlah pemuda setempat yang mengaku sebagai Jakmania bahkan meminta Anies membangun stadion sepakbola untuk klub kebanggaan mereka, Persija Jakarta. “Kamu Jakmania ya? Ya mintanya stadion ya? Di mana mau dibikin stadion di sini? Stadion futsal atau sepakbola?” timpal Anies.
Menurut calon gubernur yang diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, Jakarta bukan hanya memerlukan stadion untuk Persija. Namun juga perlu dibangun lapangan olahraga di masing-masing permukiman warga. “Ya ini yang kemarin saya bicarakan, kita ingin agar di kampung-kampung ada tempat bermain untuk anak-anak kita semua. Anak-anak punya tempat main, tempat olahraga. Karena dengan begitu anak-anak kita akan bukan hanya sehat tapi dia akan bermain satu sama lain,” imbuhnya.
Program KJP ini diinisiasi oleh Joko Widodo (Jokowi) ketika menjabat Gubernur DKI Jakarta bersama wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Para pemegang KJP mendapatkan dana bantuan Pemprov DKI Jakarta untuk membeli kebutuhan perlengkapan pendidikan.
Dana ini diberikan pada tanggal 10 tiap bulannya dengan masing-masing siswa mendapat besaran mulai dari Rp100 hingga Rp500 ribu. Selain itu, siswa para pemegang KJP juga dapat membeli kebutuhan pokok seperti daging dan sembako dengan harga khusus yang terjangkau dan juga gratis untuk biaya naik bus Transjakarta. Anies dan Sandiaga Salahudin Uno maju ke Pilkada DKI Jakarta tahun depan sebagai cagub-cawagub setelah diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mereka akan bertarung melawan pasangan calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) yang didukung PDI Perjuangan, Nasdem, Hanura dan Golkar. Mereka juga akan bersaing dengan duet Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Keduanya dijagokan Partai Demokrat, PAN, PKB dan PPP kubu Romahurmuziy. (Poskot/MR).


