Ini Tanggapan Kepsek SMAN 1Tukka Terkait Uang Komite

Ini Tanggapan Kepsek SMAN 1Tukka Terkait Uang Komite
Bagikan

METRORAKYAT.COM, TAPTENG – Setelah di konfirmasi Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Tukka bantah tidak pernah melakukan pungutan terkait Uang Komite seperti yang di tuduhkan oleh salah satu orang tua murit.

“Saya tidak pernah melakuakn pemungutan uang komite di sekolah ini, tapi uang SPP ada sebesar Rp. 30 Ribu Rupiah, uang SPP sajah Sudah mau di hapus dan di ganti dengan BOSDA yang tidak lama lagi akan di laksankan,” papar Kepsek SMAN 1 Tukka di ruangan kerjanya.

Pembahasan terkait BOSDA yang akan di laksankan di tingkat SMAN, SMKN sederajat, hal ini sudah kami bahas Selasa yang lalu dan sekaligus penyuluhan yang di hadiri Kajari Sibolga dan bersama narasumber dari provinsi dalam untuk memberi penyuluhan terkait pergantian sistem yang selama ini di laksanakan si setiap Sekolah yang di bawah naungan Provinsi.

“Adapun penyelenggaran dan pemungutan uang SPP yang di laksankan di sekolah ini tidak di paksakan, kalau dia siswa-siswi warga kurang mampu kita akan mengeratiskan, apalagi satu keluarga sekolah disini yang kita tagih hanya satu,” papar kepsek.

Kalau kita cuma mengandalkan dana BOS pastilah tidak akan mencukupi, memang melakukan pungutan sudah di larang di setiap sekolah, tetapi kita kan punya kebijakan terkait hal kepentingan dari aspek pelajaran yang kita ajarkan.

Tidak menutup kemungkinan bahwa tujuan kita tidak lain dari pengingkatan pengetahuan dari para Siswa-siswi atau murit demi masadepan yang lebih baik.

Tampak, peningkatan siswa yang menuntut ilmu di sekolah tersebut naik 40% dari jumlah 500 siswa, kini siswa yang menuntut ilmu di SMAN 1 Tukka ini mencapai 809 siswa.

“Memang belakangan ini peningkatan siswa yang kita terima mengalami kenaikan, sampai-sampai kita menambah lokal siswa dua lokal,” tutupnya (MR/RM).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.