Sewa Lahan Mahal, Para Pengusaha Pemakai Lahan Perum Perikanan Belawan Mengeluh
MetroRakyat.com | BELAWAN – Humas Perum Perikanan Belawan, Togi Aruan menjelaskan bahwa perusahaan tidak perlu risau terkait kenaikan sewa lahan yang semakin mahal. “Itu masih dalam pembahasan,”, katanya ketika ditemui wartawan dikantornya. Akibat kenaikan sewa lahan tersebut, banyaknya pihak perusahaan yang risau akan kebijakan yang mereka anggap tidak wajar tersebut, Kamis(08/09/16).
Hamzah Sinaga, salah seorang warga yang sering mendengarkan keluh kesah para pengusaha penyewa lahan perum Perikanan Belawan mengatakan , setiap hari beberapa pengusaha seperti pemilik Pabrik Es, Penjemur ikan, dan lain-lain, bercerita kepada dirinya terkait mahalnya sewa lahan tersebut.
“Kepada saya para pengusaha tersebut menjelaskan bahwa dulunya sewa lahannya sebesarRp 5.000 per meter namun sekarang harga sewanya Rp35.000 per meter. Dari kebijakan tersebut membuat pengusaha penangkap ikan yang berada di gabion Belawan mengeluh. Apabila kebijakan ini terus berjalan akan mengurangi operasional pekerja dan lambat lain akan terjadi pemutusan kerja akibat pengusaha kesulitan untuk membayar gaji karyawan mereka. Dan imbasnya akan terjadi pengangguran besar-besaran.” Imbuhnya.
Menurut informasi yang dihimpun wartawan, kini para pengusaha harus membayar Rp 5 Milyar untuk setiap ukuran lahan yang disewa. ” Pasalnya sewanya langsung dibayar 5 tahun, dan rata-rata mereka sewa lahan minimal 2 hektar, ada juga yang punya 5 hektar. Terutama pengusaha penjemur ikan akibat mahalnya sewa lahan bisa-bisa pun tutup kami alias bangkrut.” kata Hamzah menirukan keluhan para pengusaha kepadanya.
Untuk itu, lanjut Hamzah, agar pemerintah dapat memberikan kebijakan agar Nelayan dan para pekerja gudang yang berada di Gabion Belawan dapat dibantu dengan memberikan sewa lahan murah namun tetap tidak merugikan semua pihak, demi untuk menampung para pekerja, sehingga dapat mencegah terjadinya pengangguran akibat di PHK oleh pengusaha dampak mahalnya sewa lahan yang dikeluarkan oleh Perum Perikanan Belawan.”Pungkasnya mengakhiri.(Ariel)
