Penambang Batu Galian C Rampa Sitahuis Memakan Korban
METRORAKYAT.COM, TAPTENG – Fenny Ria Situmorang (45) Warga Dusun III, Desa Rampa, Kecamatan Sitahuis ditemukan tidak bernyawa di saat melakukan Aktivitas Sabtu (30/11/19).
Menurut keterangan saksi mata Jimmi Marbun (35) pekerjaan penambang batu gunung bersama temannya Oloan Aritonag (44) pekerjaan yang sama seperti Korban menyatakan korban meninggal dunia di sebabkan jatuhnya sebongkah batu dari atas tepat mengenai korban.
“Pada saat itu secara tiba-tiba bongkahan batu besar jatuh dari atas tempat lapak korban memecah batu gunung menjadi kerikil. Melihat kejadian itu teman-teman Korban menghindar dengan cara berlari, namun korban terjatuh sesaat menghindar, lalu 1 bongkahan batu besar tersebut menghantam tepat mengenai kepala korban, sehingga kepala korban mengalami luka berdarah, dan korban tidak bergerak sama sekali,” jelas para saksi.
Kejadian ini di perkirakan sekitar Jam 17:00 Wib dan di laporkan pada Kepolisian sekitar Jam 17:30 Wib dan di perkirakan ketinggian jatuhnya bongkahan batu di perkirakan 20 Meter.
Atas kejadian itu Kapolres Tapanuli Tengan AKBP Sukamat melalui Kapolsek Pandan Iptu Zulkarnain di ketahui Kabag Humas Polres Tapteng Iptu Rensa Sipahutar membenarkan kejadian tersebut dengan seorang korban meninggal dunia.
“Ia benar, kita sudah melakukan olah TKP dan menemukan Satu Korban wanita yang sudah tidak bernyawa, di sebabkan tertimpah Sebongkah Batu yang terjatuh dari tebing gunung tempat para penambang batu melakukan aktivitasnya,” papar Kapolres Tapteng melalui Kapolsek Pandan dan Kabag Humas Polres Tapteng.
Dilain hal, himbauwan dan teguran bagi penambang batu gunung sudah di berikan. Tetapi para warga tetap membandal dan kecamatan sitahuis sudah melakukan sosialisasi terkait bahaya menambang batu di pinggir tebing.
Hal ini sudah di sosialisasikan dari bulan yang lalu, tetapi memang kebutuhan setiap hari membuat para warga mengambil resiko atas pekerjaan yang mereka geluti.
“Kita mau kerja apa pak, cuma itu yang dapat menghasilkan uang, kalu tidak di kerjakan apa lagi yang kami harapkan,” papar warga penambang batu gunung Rampa sitahuis (MR/RM).
