BI Sosialisasi Sistem QRIS Kepada Mahasiswa USU

BI Sosialisasi Sistem QRIS Kepada Mahasiswa USU
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Bank Indonesia menggelar sosialisasi Sistem QRIS kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USU. Sosialisasi ini dilaksanakan untuk mempermudah kebijakan sistem pembayaran uang elektronik atau Quick Respon Indonesia Standard (QRIS) di Gedung Auditorium FEB USU, Jumat (1/11/19).

Di samping itu untuk perputaran ekonomi agar lebih cepat dan baik, sehingga di level UMKM (Usaha Mikro Kredit dan Makro) dapat lebih maju, serta masyarakat dapat lebih mudah dalam setiap berbagai jasa pelayanan maupun mendapat kepastian pembayaran dengan berbasis kartu dan digital dapat lebih pasti.

Demikian paparan Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara (KPw BI Sumut), Andiwiana mewakili KPw BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat kepada wartawan, selain itu juga menurutnya, keinginan untuk mensosialisasikan (QRIS) kepada mahasiswa sebagai agen perubahan, untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang manfaat dari pada sistem pembayaran terkini dengan uang elektronik dan QRIS tersebut.

Di jelaskan Andiwiana, negara Indonesia dengan penduduk 250 juta jiwa, jika setiap orang saja, memegang sepuluh lembar uang kertas pecahan sepuluh ribu rupiah, sudah dapat dipastikan penggunaan kertas sebanyak 2,5 milyar lembar, nah untuk memproduksi uang sebanyak 2,5 milyar lembar tentu saja memeliki biaya produksi.

Mulai dari pengadaan kertas, tinta, air dan kain katun, ini sudah pasti memiliki biaya produksi, nah salah satu dari keuntungan penggunaan uang elektronik atau digital, adalah untuk menghemat biaya produksi uang tersebut,
juga ramah lingkungan, selain itu untuk menghindari tindakan premanisme atau perampokan terhadap pemegang uang itu sendiri, anti korupsi, dan dapat memonitor perilaku kita yang kurang baik bisa ketahuan, membantu UMKM.

“Saya ingin mengajak mahasiswa sebagai agen perubahan dengan memberikan penjelasan kepada masyarakat,” cetus Andiwiana. Selain manfaat diatas, sudah terbukti penggunaan uang elektronik dapat menghindari kebocoran uang negara, kalau dulu kita pernah mendengar ada sebanyak 30 persen kebocoran uang negara, itu akibat pembayaran dilakukan dengan tunai, namun ketika pembayaran dilakukan dengan non tunai, pendapatan negara, malah bisa naik hingga 30 persen.

Selain itu ujar Andiwiana BI juga menghadirkan narasumber Principal Ekonomist DKSP Bank Indonesi, Akhis Hutabarat. Kegiatan acara sosialisasi yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai universitas yang ada di Sumut ini.

“Kita tidak bisa lepas dari teknologi digital yang telah hadir di setiap sisi kehidupan kita, digitalisasi selain ada potensi juga ada resiko yang harus di mitigasi, itulah menjadi tugas Bank Indonesia sebagai otoritas keuangan di Indonesia,” ungkapnya.

Di sisi lain ungkap Andiwiana menyebutkan, ada lima visi sistem pembayaran Bank Indonesia 2025, diantaranya bagaimana kebijakan itu berjalan dengan baik, SPI 2025 mendukung integrasi ekonomi keuangan digital nasional sehingga menjamin fungsi bank sentral dalam proses peredaran uang, kebijakan moneter, dan stabilitas sistem keuangan, serta mendukung inklusi keuangan.

SPI 2025 mendukung digitalisasi perbankan sebagai lembaga utama ekonomi keuangan digital melalui open banking maupun pemanfaatan teknologi digital dan data dalam bisnis keuangan.

SPI 2025 juga menjamin interlink antara Fintech. Menurut dia lagi, manfaat transaksi nontunai lebih murah efisien, konektivitas lebih luas, serta praktis, kurangi friksi transaksi, transparan tata kelolanya yang semuanya itu tujuannya untuk inklusi keuangan atau pertumbuhan keuangan.

Sementara itu, sebelum kedua narasumber dari Bank Indonesia memberikan pemaparan dan penjelasannya, Prof Ramli MS Dekan FEB USU dalam sambutannya mengatakan, sosialisasi alat pembayaran inovasi baru BITALKS dan QRIS sebagai alat Pembayaran Nasional akan dimulai di Januari 2020. Tentu ini lah yang harus perlu kita pahami ujarnya mengakhiri. (MR/JB Rumapea).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.