Disambar Kereta Api, Bocah 13 Tahun Tewas Mengenaskan
METRORAKYAT.COM, MEDAN AREA – Diduga hendak menyebrangi rel kereta api, seorang bocah yang masih berstatus sebagai pelajar tewas mengenaskan dengan kondisi kepala pecah tersambar kereta api yang melintas di persimpangan jalan Wahidin.
Korban tewas setelah terpental sejauh tiga meter tersebut bernama Edward Tanoto (13) warga jalan Logam no 2 A, Kelurahan Sei Rengas II kecamatan Medan Area merupakan putra dari pasangan Anton Tanoto ( ayah ) dan Theresia ( ibu).

Kanit Reskrim Polsek Medan Area saat ditanyakan akan kejadian ini membenarkan bahwa korban tewas akibat mengalami kecelakaan tertabrak kereta api yang melintas di persimpangan jalan Wahidin.
“Menurut saksi-saksi dikejadian dilokasi saat itu korban sedang berada di pinggir rel hendak menyebrang rel kereta api, namun dari arah belakang muncul kereta api dan menabrak korban hingga terpental sejauh tiga meter dan tewas di lokasi,” ucap Tambunan.

Lanjutnya lagi, orang tua korban yang datang ke lokasi menyatakan ikhlas atas kejadian ini .
“Orang tua korban saat tiba di lokasi mengaku ikhlas dan meminta polisi untuk tidak mengoutopsii jenazah anaknya dengan menada tangani surat pernyataan disaksikan kepala lingkungan sekitar, lalu jenazah bocah malang itu dibawa kerumah duka,” jelas Kanit Reskrim Polsek Medan Area. ( MR/Suriyanto/Red )
