Satu per Satu Orang Dekat Jokowi Ditendang dari Kabinet Prabowo

Satu per Satu Orang Dekat Jokowi Ditendang dari Kabinet Prabowo
Keterangan foto: Jerry Massie Direktur Political and Public Policy Studies. (metrorakyat.com/ist)
Bagikan

METRORAKYAT.COM, JAKARTA – Sejak Prabowo Subianto naik sebagai Presiden, hubungan politik Prabowo-Jokowi pada awalnya terlihat masih harmonis. Namun, seiring berjalannya waktu, mulai terlihat adanya jarak politik. Indikasinya, satu per satu orang yang dikenal dekat dengan Jokowi mulai tersingkir dari Kabinet Merah Putih.

Sejumlah nama tercatat telah meninggalkan pemerintahan. Ketua Jokowi Mania (Joman), yang juga mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, misalnya, dicopot setelah tersandung kasus korupsi.

Kemudian, Ketua Projo sekaligus salah satu orang kepercayaan Jokowi, Budi Arie Setiadi, juga mengalami nasib serupa. Ia dicopot dari jabatannya dalam reshuffle kabinet sebelumnya.

Kini, giliran Pratikno yang harus meninggalkan kabinet Prabowo. Pratikno, yang sebelumnya menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), dikenal sebagai salah satu orang dekat Jokowi.

Hubungan Pratikno dengan Jokowi bahkan telah terjalin jauh sebelum keduanya berada di pemerintahan. Saat Jokowi belum menjadi presiden, Pratikno merupakan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), sebelum kemudian ditarik masuk ke dalam pemerintahan.

Nama lain yang juga menarik perhatian adalah Sri Mulyani Indrawati. Menteri Keuangan yang selama ini dikenal dekat dengan pemerintahan Jokowi tersebut juga tidak lagi berada dalam kabinet Prabowo.

Fenomena ini tentu menimbulkan pertanyaan politik. Apakah Prabowo sedang melakukan konsolidasi untuk memastikan kabinetnya benar-benar solid dan loyal terhadap agenda pemerintahannya?.

Bisa saja langkah tersebut merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas kabinet sekaligus menghindari munculnya apa yang dalam politik sering disebut sebagai “musuh dalam selimut.”
Pertanyaannya, masih berapa banyak orang dekat Jokowi yang bertahan di Kabinet Prabowo?

Keberadaan mereka tentu menjadi dinamika tersendiri. Jika masih bertahan, bukan tidak mungkin mereka tetap memiliki pengaruh politik dan jaringan yang terhubung dengan Jokowi.

Apalagi, pertarungan politik menuju Pemilu 2029 perlahan mulai menjadi pembicaraan. Orang-orang yang memiliki kedekatan dengan Jokowi berpotensi mengambil posisi politik berbeda jika kepentingan mereka tidak lagi sejalan dengan Prabowo.

Bukan tidak mungkin pula, sebagian dari mereka pada akhirnya memberikan dukungan kepada Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Jokowi, jika konstelasi politik menuju Pilpres 2029 mengarah ke sana.

Selain nama-nama tersebut, Dito Ariotedjo yang sebelumnya menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga juga disebut sebagai salah satu figur yang memiliki kedekatan dengan pemerintahan Jokowi.

Karena itu, pergantian sejumlah menteri yang memiliki hubungan kuat dengan Jokowi tidak bisa hanya dilihat sebagai rotasi administratif biasa. Ada dimensi politik yang menarik untuk dicermati.
Prabowo tentu membutuhkan kabinet yang solid, loyal, dan sejalan dengan visi pemerintahannya.

Namun di sisi lain, setiap pergantian figur politik juga akan memunculkan spekulasi mengenai arah kekuasaan dan peta politik menuju 2029.

Politik selalu bergerak. Dan ketika satu per satu orang dekat Jokowi mulai tersingkir dari kabinet Prabowo, publik tentu berhak bertanya, apakah ini sekadar reshuffle, atau bagian dari konsolidasi kekuasaan menuju pertarungan politik berikutnya?. (MR/RED)

Ditulos oleh: Jerry Massie
Direktur Political and Public Policy Studies

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Metro Rakyat News

Tinggalkan Balasan