PDRB Teluk Bintuni Capai Rp52 Triliun, Bupati Soroti Ketimpangan dan Harapkan PI 10 Persen Segera Terealisasi
METRORAKYAT. COM, MANOKWARI –– Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, memaparkan potret pembangunan daerah dalam Sarasehan Pembangunan Papua Barat di Manokwari, Senin (21/9/2026).
Di tengah capaian ekonomi yang tinggi, Bupati menyoroti adanya tantangan struktural yang perlu mendapat perhatian bersama.
Secara makro, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Teluk Bintuni pada 2024 tercatat mencapai Rp52,36 triliun dengan pertumbuhan ekonomi 29,46 persen, tertinggi di Papua Barat. Capaian tersebut ditopang oleh industri migas Blok Tangguh.
Namun, kontribusi tersebut belum sepenuhnya tercermin pada kemandirian fiskal daerah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Teluk Bintuni masih berada di kisaran 2,5 persen dari total APBD, sementara 97 persen masih bergantung pada dana transfer. Tingkat kemiskinan pun masih di angka 25,33 persen, dengan kemiskinan di wilayah pedesaan mencapai 26,39 persen.
Fenomena ini, menurut Bupati, menunjukkan adanya paradoks pembangunan yang perlu dicarikan solusi bersama.
Bupati menyampaikan harapannya agar masyarakat Bintuni tidak hanya menjadi penonton di atas kekayaan alamnya sendiri, melainkan manfaat migas benar-benar dapat dirasakan masyarakat.
Terkait hal itu, Bupati menyampaikan dua harapan utama kepada pemerintah pusat.
Pertama, percepatan realisasi Participating Interest (PI) 10 persen. PI merupakan hak daerah penghasil untuk memiliki saham 10 persen di wilayah kerja migas. Hingga kini, realisasinya di Teluk Bintuni masih dalam proses regulasi dan penyiapan BUMD.
Kedua, penyesuaian skema Dana Bagi Hasil (DBH). Saat ini, proporsi DBH migas yang diterima daerah masih dinilai belum optimal.
Selain itu, Bupati juga menyoroti penyerapan tenaga kerja lokal. Tercatat sebanyak 1.700 putra-putri Teluk Bintuni telah memiliki sertifikat kompetensi migas, namun belum terserap sepenuhnya. Pemda telah mengirimkan 15 orang untuk pemagangan dan menargetkan 80 persen tenaga kerja di industri migas adalah orang asli Bintuni.
Ke depan, Pemkab Teluk Bintuni menyiapkan sejumlah langkah diversifikasi ekonomi, di antaranya penguatan BUMD pengelola PI, pembentukan koperasi yang melibatkan tujuh suku asli, pembangunan 16 kios bagi mama-mama Papua, serta pengembangan dana abadi daerah sebagai tabungan jangka panjang ketika sumber daya migas habis.
Bupati berharap, dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan SKK Migas, pembangunan di Teluk Bintuni dapat lebih berkeadilan dan berkelanjutan.(mr/red)
