Dari Sijaba, Bupati JTP Pacu Pertanian Taput Jadi Motor Penggerak Ekonomi

Dari Sijaba, Bupati JTP Pacu Pertanian Taput Jadi Motor Penggerak Ekonomi
Bagikan

METRORAKYAT.COM, TAPUT – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menegaskan sektor pertanian sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah. Komitmen tersebut ditandai pencanangan tema Hari Jadi ke-81 Kabupaten Tapanuli Utara, “Pertanian Berkelanjutan, Ekonomi Tapanuli Utara Maju”, di Kawasan Pertanian Terpadu Sijaba, Kecamatan Siborongborong, Selasa (15/9/2026).

Pencanangan dilakukan Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat (JTP) bersama Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, didampingi Kadis Pertanian Viktor Fredy Siagian, SP, M.Si. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman perdana serta penyerahan bantuan benih jagung hibrida kepada petani milenial.

Kawasan Pertanian Terpadu Sijaba memiliki luas sekitar 50 hektare, terdiri dari 10 hektare tanaman jagung dan 40 hektare yang disiapkan untuk pengembangan berbagai komoditas, termasuk hortikultura seperti bawang merah.

JTP menegaskan, pembangunan pertanian tidak cukup hanya mengejar peningkatan produksi. Menurutnya, sektor tersebut harus mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

“Bawang merah merupakan komoditas yang luar biasa. Kebutuhannya tinggi dan proses produksinya relatif cepat,” ujar JTP.

JTP Targetkan 10 Persen Ruang Fiskal untuk Pertanian

JTP menyebut keberpihakan terhadap pertanian akan diperkuat melalui kebijakan anggaran APBD 2027. Pemkab Taput memproyeksikan sekitar 10 persen dari ruang fiskal yang tersedia, setelah memperhitungkan DAU bersih dan belanja wajib daerah, diarahkan untuk sektor pertanian.

Anggaran tersebut, kata JTP, tidak hanya untuk bantuan sarana produksi, tetapi juga pembangunan ekosistem pertanian, mulai dari irigasi, jalan usaha tani, mekanisasi, pengembangan komoditas unggulan hingga pemasaran.

“Kita ingin anggaran pertanian bukan hanya habis untuk kegiatan, tetapi harus menghasilkan dampak ekonomi. Petani harus semakin produktif, biaya produksi semakin efisien, hasil meningkat dan pasarnya semakin jelas,” tegasnya.

JTP juga menetapkan Sijaba sebagai showcase atau kawasan percontohan pertanian Tapanuli Utara. Lokasinya yang relatif dekat dengan Bandara Raja Sisingamangaraja XII Silangit dinilai memiliki nilai strategis untuk distribusi dan pemasaran hasil pertanian.

“Sijaba akan menjadi showcase, menjadi wajah pertanian Tapanuli Utara ke depan. Saya mau sasaran tema ini benar-benar berdampak kepada masyarakat,” tandasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, petani, petani milenial dan sektor swasta.

“Selama swasta tidak hadir di Kabupaten Tapanuli Utara, pertanian tidak akan maju. Kita membutuhkan petani, petani milenial dan swasta untuk bergerak bersama,” katanya.

Petani Milenial Dorong Mekanisasi

Ketua Petani Milenial Tapanuli Utara Murdhani Purba mengatakan, Kawasan Pertanian Terpadu Sijaba diharapkan menjadi ruang pembelajaran sekaligus percontohan penerapan teknologi dan mekanisasi pertanian.

Menurutnya, mekanisasi dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pekerjaan petani.

“Dengan mekanisasi, pekerjaan pertanian dapat dilakukan lebih efektif. Dalam waktu setengah hari, misalnya, petani bisa mengolah lahan hingga setengah hektare,” ujarnya.(MR/ Andoky Manalu)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Metro Rakyat News

Tinggalkan Balasan