Generasi Papua Terancam Lem Aibon, LBH Gerimis Desak Gubernur Papua Barat Daya Bertindak Tegas
METRORAKYAT.COM, SORONG – Aibon yang seharusnya hanya untuk merekatkan sepatu, kini jadi barang buruan anak SD hingga remaja di Papua Barat Daya. Fenomena menghirup lem ini makin masif dan membuat LBH Gerimis angkat suara.
Direktur LBH Gerimis Papua Barat Daya “Yosep Titirlolobi, SH, menyebut konsumsi Aibon sudah bukan lagi kenakalan remaja. Anak usia dini pun ikut terjerat.
“Ini darurat. Kita bicara soal generasi penerus bangsa di tanah Papua. Kalau dibiarkan, 10-15 tahun ke depan siapa yang akan membangun Papua,” kata Yosep saat ditemui di Kantor LBH Gerimis Jumat (14/08/2026).
Menurut Yosep, harga Aibon yang murah dan mudah didapat di warung-warung membuat anak-anak gampang mengaksesnya. Tidak ada rasa takut dari penjual karena belum ada penindakan serius.
Ia meminta Gubernur Papua Barat Daya segera turun tangan. Langkah yang diminta LBH Gerimis cukup jelas: razia, tutup akses penjualan ke anak di bawah umur, dan beri sanksi tegas ke pedagang yang masih nekat menjual.
“Jangan tunggu ada korban meninggal baru bergerak. Negara harus hadir sekarang. Tangkap, proses hukum, dan cabut izin usaha pedagang yang menjual Aibon ke anak-anak,” tegasnya.
Yosep juga mendorong Pemprov berkolaborasi dengan sekolah, gereja, tokoh adat, dan orang tua untuk edukasi bahaya ini . Efek Aibon bukan main: kerusakan otak, gangguan jantung, hingga kematian mendadak bisa terjadi.
“Anak-anak kita bukan pecandu. Mereka korban. Tapi kalau rantai penjualannya tidak diputus, maka korban akan terus bertambah,” ujarnya.
Seruan ini muncul di tengah minimnya data resmi kasus penyalahgunaan Aibon di wilayah Papua Barat Daya. Padahal di lapangan, guru dan warga sudah sering melihat anak-anak berkumpul di sudut kota sambil menghirup lem dari kantong plastik.
LBH Gerimis menutup pernyataannya dengan satu pesan: menyelamatkan anak hari ini berarti menyelamatkan masa depan Papua.
“Kami minta Gubernur tidak diam. Tindak tegas sekarang, sebelum generasi kita habis di jalanan karena setetes lem,” pungkas Yosep.(MR/red)
