Revitalisasi SMPN 2 Tanjung Pura Berjalan Sesuai Aturan dan Petunjuk Teknis

Revitalisasi SMPN 2 Tanjung Pura Berjalan Sesuai Aturan dan Petunjuk Teknis
Bagikan

METRORAKYAT.COM, LANGKAT – Menyikapi berbagai isu yang berkembang luas di masyarakat terkait pelaksanaan proyek revitalisasi SMP Negeri 2 Tanjung Pura senilai Rp2,54 miliar, Kepala Sekolah Sutarno, S.Pd., M.Pd.menyampaikan tanggapan resmi. Ia menegaskan seluruh tahapan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai peraturan dan petunjuk teknis yang berlaku, sekaligus membantah tegas dugaan adanya setoran kepada pihak Dinas Pendidikan.

“Kami sangat menghargai perhatian besar yang diberikan masyarakat terhadap proyek ini. Saya nyatakan bahwa mulai dari perencanaan, penyusunan anggaran, hingga pelaksanaan di lapangan, semuanya telah mengikuti pedoman resmi dari Kemendikdasmen dan ketentuan yang berlaku,” ujar Sutarno, Selasa (21/7/2026).

Menanggapi isu penggunaan kayu dan kusen lama yang dicat kembali, Kepala Sekolah menjelaskan perbedaan aturan pada dua gelombang penyaluran dana revitalisasi:
“Perlu dipahami secara utuh, pada gelombang pertama, petunjuk teknis memang memperbolehkan pemanfaatan kembali material yang masih layak pakai setelah melalui pemeriksaan teknis ketat dan tercatat dalam dokumen resmi. Sedangkan untuk gelombang kedua, aturannya mewajibkan penggunaan rangka baja.

Di sekolah kami, pelaksanaan sepenuhnya menyesuaikan ketentuan yang berlaku pada masing-masing tahapan tersebut, setiap material yang digunakan kembali telah diverifikasi kelayakannya demi menjamin keamanan dan kekuatan bangunan.
“Kami tidak menggunakan material secara sembarangan. Segala keputusan didasari dokumen yang telah disetujui dan standar keselamatan yang berlaku,” tegasnya.

Menyikapi isu yang menyebutkan adanya kewajiban menyetor sejumlah dana kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat terkait pelaksanaan proyek ini, Sutarno membantah dengan tegas:
“Saya nyatakan, hal itu TIDAK BENAR. Tidak ada sepeser pun dana proyek yang disetorkan kepada pihak manapun, termasuk Dinas Pendidikan.

Seluruh anggaran digunakan murni untuk kebutuhan perbaikan fasilitas sekolah sesuai perencanaan yang telah ditetapkan. Proyek ini mencakup pemulihan menyeluruh fasilitas sekolah yang terdampak banjir, yaitu:

– Perbaikan 14 ruang kelas

– Rehabilitasi satu ruang laboratorium

– Perbaikan kantin sekolah

– Pembangunan baru fasilitas WC

Seluruh pekerjaan dikelola secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang dibentuk resmi, melibatkan unsur guru, komite sekolah, dan tenaga teknis yang berkompeten.

“Kami tidak menutup diri dari masukan dan pengawasan masyarakat. Justru transparansi adalah prinsip yang kami pegang. Seluruh dokumen perencanaan, anggaran, hingga berita acara pemeriksaan tersimpan rapi dan siap diperiksa sesuai prosedur yang berlaku,” tambah Sutarno.

Pihak sekolah berharap masyarakat dapat memahami proses yang berjalan, serta terus mendukung agar fasilitas ini segera selesai sepenuhnya demi kenyamanan dan keselamatan peserta didik.(mr/yo)

Metro Rakyat News

Tinggalkan Balasan