Sosper di Helvetia, Dame Duma Sentil Keras Layanan RS dan Infrastruktur: “Jangan Sampai Warga Jadi Korban”
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung, menggelar kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) sesi kedua di Jalan A. Manaf, Kecamatan Medan Helvetia, Minggu (8/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Medan Helvetia Junaidi Lumban Gaol, Lurah Helvetia Timur, dr. Lina Maswari dari Puskesmas Helvetia, perwakilan Dinas Sosial Bangun Sudaryoto, serta ratusan warga.
Dalam kesempatan itu, politisi Partai Gerindra asal dapil 3 ini menyoroti serius persoalan pelayanan kesehatan di Kota Medan.
Ia mengungkapkan keprihatinannya setelah mendengar pengalaman pahit yang dialami keluarganya, ketika seorang anak yang mengalami kecelakaan tunggal pada 25 Januari lalu tidak segera mendapatkan penanganan di salah satu rumah sakit besar di Medan.
“Anak itu sudah sangat kesakitan, tetapi ditolak dengan alasan seluruh dokter spesialis tulang sedang cuti. Ini rumah sakit besar, namun tidak ada satu pun dokter yang siap menangani pasien darurat. Yang perlu dibenahi bukan sekadar jumlah dokter, tetapi sistem pelayanannya,” tegas Dame Duma.
Ia meminta persoalan tersebut menjadi perhatian serius seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya Dinas Kesehatan Kota Medan, agar kejadian serupa tidak terulang.
Dame Duma juga mendorong media massa untuk terus mengawal dan mengangkat persoalan pelayanan publik, sehingga pemerintah lebih cepat dan responsif dalam mengambil langkah perbaikan.
Pada sesi dialog, warga menyampaikan berbagai keluhan yang selama ini mereka rasakan. Tika, warga Jalan A. Manaf, meminta agar jembatan penghubung Jalan A. Manaf Helvetia – Jalan Danau Singkarak, Medan Barat, segera diperbaiki karena bagian ujungnya sudah anjlok.
“Jangan sampai anak-anak kami jadi korban,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Lurah Helvetia Timur menjelaskan bahwa pihak kelurahan telah menyurati kecamatan dan Dinas SDA Bina Marga sejak tahun lalu. Ia berharap segera ada tindakan nyata mengingat jembatan tersebut kerap dilalui anak-anak sekolah.
Keluhan lain datang dari M. Mukhtar, warga Gang Rela Lingkungan I, yang menyebut sedikitnya 15 kepala keluarga hingga kini belum menikmati layanan air bersih PAM.
“Sudah puluhan tahun kami menunggu agar air PAM bisa mengalir ke rumah,” katanya.
Sementara itu, Camat Medan Helvetia Junaidi Lumban Gaol mengingatkan masyarakat agar tetap taat membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), karena pajak tersebut menjadi sumber pembiayaan pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum di Kota Medan.
Melalui kegiatan Sosper ini, Dame Duma berharap setiap aspirasi masyarakat tidak hanya dicatat, tetapi benar-benar ditindaklanjuti oleh pemerintah.
Ia menegaskan, perbaikan layanan publik dan infrastruktur harus menjadi prioritas agar kualitas hidup warga Kota Medan semakin meningkat. (MR/Red)
