Jemput Aspirasi Warga Mandala, David Roni Sinaga Gelar Reses Sesi II, Dari Bansos hingga Beasiswa Jadi Sorotan

Jemput Aspirasi Warga Mandala, David Roni Sinaga Gelar Reses Sesi II, Dari Bansos hingga Beasiswa Jadi Sorotan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan, David Roni Ganda Sinaga, SE melaksanakan kegiatan Reses V Masa Sidang II Tahun 2026, sesi kedua, di Jalan Denai Tiba III Gang Keluarga, Kelurahan Mandala, Kecamatan Medan Denai, Sabtu (21/2). Kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WIB tersebut berlangsung hingga selesai dengan antusiasme tinggi dari warga.

Dalam sambutan pembukanya, legislator PDI Perjuangan dari daerah pemilihan IV ini menjelaskan bahwa reses merupakan kewajiban setiap anggota DPRD untuk turun langsung ke masyarakat guna menjemput dan menampung aspirasi warga.

Melalui forum resmi tersebut, ia mengajak masyarakat untuk menyampaikan berbagai keluhan, masukan, maupun permasalahan sosial yang dihadapi di lingkungan masing-masing.

“Silakan bapak dan ibu menyampaikan apa saja yang menjadi keluhan. Hari ini juga hadir perwakilan OPD yang akan langsung menanggapi pertanyaan dari masyarakat,” ujar David Roni.

Dalam sesi tanya jawab, Syahfuddin, warga Jalan Tuba III, mengeluhkan persoalan bantuan sosial. Ia mengaku namanya sempat tercatat telah meninggal dunia dalam data penerima bantuan. Meski data tersebut telah diperbaiki oleh Dinas Sosial, hingga kini ia belum pernah menerima bantuan apa pun.

“Inilah yang ingin saya pertanyakan, Pak Dewan. Data saya sudah diperbaiki, tapi sampai sekarang belum pernah menerima bantuan,” ungkapnya dengan nada sedih.

Keluhan serupa disampaikan Nursiah (73), yang mengaku belum pernah menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), padahal kondisi ekonomi keluarganya tergolong kurang mampu. Ia berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan warga lansia seperti dirinya.

Sementara itu, Asmita mempertanyakan kemungkinan memperoleh layanan BPJS Kesehatan gratis. Ia mengaku memiliki tunggakan BPJS karena keterbatasan ekonomi dan menanyakan apakah masih bisa mendapatkan pelayanan kesehatan meski memiliki tunggakan.

Tak hanya soal bantuan sosial, Susianti, warga Jalan Tuba III, juga menanyakan prosedur mendapatkan beasiswa bagi anaknya yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Saya dengar ada beasiswa kuliah gratis. Bagaimana cara mendapatkannya,” tanyanya.

Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, David Roni meminta perwakilan Dinas Sosial Kota Medan memberikan penjelasan langsung.
Perwakilan Dinas Sosial, Erika, menjelaskan bahwa nama Syahfuddin sebenarnya tidak tercatat sebagai meninggal dunia, melainkan belum terdaftar dalam Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN).

“Bapak bukan meninggal, tetapi belum terdata di DTSN. Silakan datang ke kantor lurah dibantu kepling untuk diusulkan sebagai penerima bantuan,” jelasnya.

Erika juga menyampaikan bahwa masyarakat kini dapat mengajukan diri sebagai calon penerima bantuan sosial secara mandiri melalui aplikasi CEKBANSOS.

“Lewat aplikasi ini, masyarakat bisa mendaftar langsung. Namun, perlu diingat, pendaftaran tidak berarti bantuan langsung diterima bulan berikutnya. Semua proses dilakukan secara transparan dan akan diverifikasi ulang di lapangan,” katanya.

Terkait beasiswa sekolah maupun kuliah, Erika menjelaskan bahwa calon penerima harus terdaftar dalam data desil. Warga dapat mengecek status desil melalui kantor lurah atau pendamping kelurahan, kemudian meminta surat rekomendasi dari Dinas Sosial atau Mall Pelayanan Publik untuk mendaftar program KIP Kuliah.

Tentang tunggakan BPJS Kesehatan, David Roni menjelaskan saat ini, meskipun masyarakat ada memiliki tunggakan BPJS kesehatan namun bisa tetap berobat ke rumah sakit dengan memanfaatkan program Universal Health Coverage (UHC). “Namun, untuk penghapusan tunggakan belum bisa dilakukan. Meskipun begitu program UHC yang dananya bersumber dari APBD Medan semua warga kota Medan dapat berobat gratis, ” katanya.

Sebelumnya, Lurah Mandala III, Sintong Sagala, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pelaksanaan reses di wilayahnya. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah efektif bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung keluhan, saran, dan masukan demi peningkatan kualitas pelayanan pemerintah ke depan.

Kegiatan Reses V Masa Sidang II Tahun 2026 ini ditutup dengan sesi foto bersama serta pembagian suvenir, kue, dan nasi kotak kepada para peserta.(MR/Irwan)

Metro Rakyat News