Yeskiel Yesnath: Jalan Pantura Kunci Utama Pengembangan Perikanan Dan Pariwisata Tambrauw.
METRORAKYAT.COM – TAMBRAUW PAPUA BARAT DAYA (PBD) – Bupati Kabupaten Tambrauw, Yeskiel Yesnath, SE, M.Si, menegaskan bahwa pembangunan ruas Jalan Pantai Utara (Pantura) merupakan kunci utama dalam mendorong pengembangan sektor perikanan dan pariwisata di wilayah pesisir Tambrauw. Menurutnya, tanpa infrastruktur jalan yang memadai, potensi besar sumber daya alam di kawasan tersebut tidak akan memberikan dampak maksimal bagi kesejahteraan masyarakat.
“Pantura bukan sekadar jalur transportasi, tetapi pintu masuk utama pengembangan perikanan dan pariwisata Tambrauw. Tanpa akses yang baik, potensi besar ini akan sulit berkembang,” ujar Yesnath, Minggu (28/12/2025).
Bupati Yesnath menjelaskan bahwa ruas Pantura yang menghubungkan Sausapor–Abun berada di kawasan pesisir strategis yang diapit oleh dua provinsi serta memiliki kekayaan sumber daya laut dan panorama pantai yang menjanjikan. Namun hingga kini, keterbatasan infrastruktur jalan masih menjadi kendala utama dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Menurutnya, potensi perikanan tangkap di wilayah Pantura sangat besar, tetapi hasil laut selama ini masih harus dibawa ke Sorong karena belum tersedianya fasilitas pengolahan dan distribusi yang memadai di Tambrauw. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya nilai tambah ekonomi yang diterima masyarakat nelayan.
“Ke depan, kami ingin membangun pusat pengolahan perikanan terpadu di kawasan Pantura agar hasil tangkapan bisa diolah dan dipasarkan langsung dari Tambrauw,” jelasnya.
Selain perikanan, sektor pariwisata pantai juga dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Keindahan alam pesisir, pantai berpasir putih, serta kekayaan hayati laut dinilai mampu menjadi daya tarik wisata unggulan, apabila didukung oleh akses jalan yang layak dan infrastruktur pendukung lainnya.
Bupati Yesnath menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur Pantura juga harus memperhatikan kondisi wilayah Tambrauw yang sekitar 80 persen merupakan kawasan konservasi dan hutan lindung. Oleh karena itu, Pemkab Tambrauw saat ini tengah menyusun master plan pembangunan jalan dan listrik terpadu yang berbasis kajian teknis dan lingkungan.
“Kami melakukan kajian bersama balai dan instansi teknis. Prinsipnya, pembangunan harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan perlindungan hak masyarakat adat,” tegasnya.
Dalam upaya percepatan pembangunan, Pemkab Tambrauw telah melakukan koordinasi dengan Tim Percepatan Pembangunan yang dibentuk Presiden Prabowo, Unit Percepatan Pembangunan Papua (UP4B), serta sejumlah kementerian terkait. Pemerintah daerah juga mendorong agar status ruas Pantura dapat ditingkatkan menjadi jalan nasional.
“Dengan dukungan Pemerintah Pusat, pembangunan jalan Pantura akan lebih cepat dan terintegrasi dengan pengembangan perikanan dan pariwisata,” ujarnya.
Bupati Yesnath menegaskan bahwa pembangunan Jalan Pantura merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membuka keterisolasian wilayah pesisir dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tambrauw secara berkelanjutan.
“Ini adalah investasi masa depan Tambrauw. Jalan Pantura akan menjadi penggerak utama ekonomi pesisir sekaligus membuka peluang kerja dan usaha bagi masyarakat,” pungkasnya.(MR/Jefri)
