KEJARI Tapanuli Utara Rapat Kordinasi PAKEM Dalam Rangka Penguatan Peran Masyarakat Melalui Kordinasi Berkelanjutan Dalam Cuaca Ekstrem

KEJARI Tapanuli Utara Rapat Kordinasi PAKEM Dalam Rangka Penguatan Peran Masyarakat Melalui Kordinasi Berkelanjutan Dalam Cuaca Ekstrem
Bagikan

METRORAKYAT.COM, TAPUT – Kejaksaan Negeri Tarutung melaksanakan Rapat Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (PAKEM) dalam rangka penguatan peran serta masyarakat melalui kordinasi berkelanjutan dalam cuaca ekstrem dengan masyarakat Desa Aekraja, yang dilaksanakan di kantor Desa Aekraja Kamis, 18 Desember 2025.

Dalam acara rapat kordinasi PAKEM Kejaksaan Negeri Tarutung dengan masyarakat dihadiri oleh Kasie Intel Kejaksaan Negeri Tarutung Mangasi Simanjuntak S.H. M.H beserta rombongan, Kepala Desa Aekraja Ronal Manalu beserta perangkat, tokoh Agama, dan penatuah Desa Aekraja.

Diawal sambutannya Kasie Intel Kejaksaan Negeri Tarutung Mangasi Simanjuntak menerangkan bahwa kehadiran pihaknya ditengah- tengah masyarakat Desa Aekraja mencari kebenaran informasi bahwasanya salah satu masyarakat Aekraja mempunyai potensi sebagai pawang hujan, sesuai dengan informasi yang diterima melalui ketua LADN Tapanuli Utara.

Dalam kegiatan rapat kordinasi PAKEM pihak kejaksaan berdialog langsung dengan masyarakat tentang situasi yang saat ini diwilayah Tapanuli mengalami cuaca Ekstrem. Pihak Kejaksaan Sendiri mencari masyarakat yang memiliki potensi sebagai pawang hujan guna untuk membantu untuk meredakan cuaca ekstrem yang saat ini melanda Tapanuli Utara.

“Dalam cuaca ekstrem saat ini kami dari Kejaksaan membutuhkan seperti pawang hujan untuk dapat mengurangi curah hujan yang sangat tinggi di wilayah Tapanuli Utara. Kita juga belajar dari kejadian di arena balap Moto GP di Mandalika tahun 2022 lalu, dimana pertandingan sempat dihentikan karena curah hujan yang sangat tinggi. Pawang hujan mengambil kendali dengan melakukan ritual. Selesai ritual cuaca kembali cerah dan pertandingan dapat dilanjutkan. Saya masih meyakini bahwa pawang hujan ada di daerah kita ini yang dapat membantu untuk meredakan cuaca yang ekstrem di Tapanuli Utara, ” jelas Mangasi.

Diakhir dialog Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tarutung Mangasi Simanjuntak memberi ruang diskusi kepada masyarakat dengan agenda lainnya yang berkaitan dengan hukum.

Salah satu masyarakat yang dikenal sebagai pawang hujan Jawara Manalu menyanggupi apabila ada permintaan dari pihak Kejaksaan ataupun Pemerintah untuk mengurangi curah hujan yang tinggi di wilayah Tapanuli.

” Ini bukan merupakan ilmu yang saya pelajari, tetapi ini sudah menjadi warisan dari tetuah dahulu kepada saya, ” jelas Jawara. (MR/ Andoky Feri Welli Manalu)

Metro Rakyat News