Meskipun Wilayah Inhu Musim Kemarau, Sepekan Terakhir ini Terjadi Musim Hujan

Meskipun Wilayah Inhu Musim Kemarau, Sepekan Terakhir ini Terjadi Musim Hujan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, INDRAGIRI HULU  – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) Japuran Indragiri Hulu ( Inhu ) Provinsi Riau perkiraan cuaca di daerah Inhu meskipun berada pada musim kemarau periode 01-07 September 2025, namun tercatat adanya kejadian musim hujan.

Hal ini dikatakan Kepala Stasiun Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) Kelas III Japura Kabupaten Inhu Riau, Nancy Luciana Damanik, Jumat (5/9/2025) siang, menyatakan kejadian hujan dalam sepekan terakhir ini  dipengaruhi oleh kombinasi faktor atmosfer berskala regional hingga global.

Faktor faktor tersebut antara lain aktivitas Dipole Mode negatif,Madden Julian Oscillation ( MJO), gelombang atmosfer Rossby Ekuator serta belokan angin yang terjadi  disekitar wilayah Indragiri Hulu Riau.

Selain itu, keberadaan sirkulasi siklonolik di sekitar wilayah Indonesia turut memperkuat aktivitas pembentukan awan hujan dan meningkatkan potensi cuaca ekstrim, dan angin kencang sehingga faktor faktor tersebut menyebabkan hujan masih berpotensi terjadi hingga musim kemarau menjadi tidak terlalu terik untuk di wilayah Indragiri hulu.

Untuk itu katanya bahwa  kondisi cuaca di wilayah Indragiri Hulu dalam sepakan ini pada umumnya adalah cerah berawan hingga hujan dengan intensitas  ringan.Kejadian hujan dengan intensitas ringan terjadi di Kecamatan Rengat.

Kemudian di Kecamatan Rengat Barat,Pasir Penyu,Seberida, Batang Cenaku,Batang Gansal,Lirik,Sungai Lala, Kuala Cenaku,dan Rakit Kulim.

Sedangkan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi berada di Kecamatan Batang Peranap, sementara  diperkirakan  hujan intensitas lebat terjadi di Kecamatan Peranap pada tanggal 28 Agustus 2025 silam.

Akan tetapi adapun terjadi musim hujan di beberapa wilayah Indragiri Hulu dalam sepak terakhir ini masih terdapat 19 titik panas ( hotspot) yang terdeteksi di wilayah Kecamatan Seberida, Rengat dan di wilayah Kecamatan Pasir Penyu katanya.

Beliau mengimbau masyarakat untuk tetap waspada akan potensi kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) di area yang masih kering.Upaya pencegahan yang dapat dilakukan antara lain dengan selalu memantau pembaruan informasi dari BMKG,menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan,serta selalu menyiapkan langkah antisipatif menghadapi perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba tiba. (MR/Ob

Metro Rakyat News