Terkait Bantuan OPLAH di Sergai, Kadis Dedy : Dinas Pertanian Hanya Berikan Rekomendasi Pencairan
METRORAKYAT.COM, SERGAI – Optimasi Lahan (OPLAH) adalah program pemerintah Indonesia bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian yang diberikan kepada kelompok tani.
Kementerian Pertanian (Kementan) pada tahun 2025 ini kembali memberikan bantuan OPLAH kepada kelompok tani yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara.
Bantuan tersebut diberikan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A), dengan tujuan meningkatkan produktivitas lahan pertanian di wilayah Kabupaten Sergai.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sergai, Dedy Iskandar kepada awak media menjelaskan, bahwa bantuan yang disalurkan tersebut dengan jumlah yang beragam, tergantung pada luas areal pertanian.
“Untuk lahan pertanian di Kabupaten Sergai, sebanyak 20 Gapoktan dan GP3A dengan total luas lahan sekitar 7.323 hektar telah menerima bantuan ini,” terangnya.
Dedy mengatakan bahwa tidak semua anggota kelompok tani yang terdaftar dalam Gapoktan maupun GP3A otomatis menerima bantuan OPLAH.
Sebab, penyaluran bantuan ini mengikuti sistem Poligon atau metode pengukuran yang digunakan untuk menentukan luasan lahan yang layak mendapat bantuan.
“Hanya areal sawah yang masuk ke sistem Poligon saja yang memperoleh bantuan tersebut. Jadi tidak semua anggota kelompok tani yang menerima,” jelas Dedy.
Lebih lanjut Kadis Pertanian itu menjelaskan, bahwa bantuan OPLAH ini diberikan langsung kepada pengurus GP3A maupun Gapoktan, tidak melalui Dinas Pertanian.
Secara mekanismenya, bantuan OPLAH tersebut langsung masuk ke rekening GP3A maupun Gapoktan.
“Jadi, dalam hal ini, Dinas Pertanian hanya memberikan rekomendasi untuk pencairan,” pungkasnya.
Terpisah, Ketua Gapoktan Permai Desa Pematang Cermai, Kecamatan Tanjung Beringin, Samsul mengungkapkan sudah menerima bantuan OPLAH tersebut.
Namun katanya, dari total luas lahan kelompoknya seluas 833 hektar, hanya sekitar 500 hektar yang menerima bantuan.
“Anggota kelompok tani di Gapoktan Permai ini ada 16 kelompok. Namun yang menerima itu cuma 10 kelompok,” cetusnya.
Samsul juga menjelaskan, bantuan OPLAH tersebut diperuntukkan untuk biaya pengolahan lahan atau jetor sebesar Rp36.000 perante.
“Alhamdulillah, bantuan yang kami terima sudah tersalurkan seluruhnya kepada kelompok tani yang berhak menerima,” terangnya. (MR/AS)


