Gotong Royong Kunci Sukses TMMD 125 Kodim 0209/LB
Oleh: Dansatgas TMMD ke-125 Kodim 0209/Labuhanbatu
Letkol Inf Yudy Ardiyan Saputro, S.I.P.
Pagi yang Membawa Harapan Baru
Embun masih bergelayut di pucuk daun kelapa sawit, ayam jantan bersahut-sahutan, dan udara pagi Desa Tanjung Medan terasa lebih hidup dari biasanya. Di kejauhan, suara mesin alat berat mulai terdengar, seolah menandai babak baru perjalanan sebuah desa kecil di Kecamatan Bilah Barat, Labuhanbatu.
Hari itu bukan hari biasa. Puluhan prajurit TNI dengan seragam loreng hijau memasuki desa, membawa semangat kerja dan harapan baru. Suasana seketika berubah menjadi riuh penuh semangat, ibarat pesta besar yang sudah lama ditunggu warga.
“Kayak mimpi, Pak. Desa kami ramai sekali, seperti ada pesta besar,” ungkap Suriati, seorang ibu rumah tangga, sambil tersenyum lebar melihat rombongan prajurit singgah di depan rumahnya.
Hari itu adalah awal pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 0209/LB. Selama 30 hari penuh, prajurit dan warga bahu-membahu, menyatukan tenaga, pikiran, dan doa untuk mengubah wajah desa yang lama terabaikan pembangunan.
Mengapa Tanjung Medan?

Pertanyaan “mengapa” Desa Tanjung Medan dipilih sebagai lokasi TMMD ke-125 terjawab dari kondisi nyata yang dialami warga. Desa ini masih menghadapi keterbatasan akses jalan, rumah warga yang banyak tidak layak huni, serta minimnya fasilitas publik.
“Kalau musim hujan, jalan becek luar biasa. Anak-anak sekolah bisa jatuh, hasil panen pun sulit dibawa keluar,” keluh Sarman, seorang petani sawit yang sehari-hari harus mengangkut hasil kebunnya melewati lumpur.
Situasi itu menjadi alasan utama TMMD hadir. Kodim 0209/Labuhanbatu memilih lokasi ini karena pembangunan dasar sangat dibutuhkan masyarakat. Keputusan tersebut juga sejalan dengan misi besar TNI: membantu pemerintah daerah mempercepat pemerataan pembangunan di desa-desa terpencil.
Proses Panjang: Dari Lumpur Jadi Jalan Kokoh

Salah satu prioritas utama TMMD ke-125 adalah pembukaan dan pengerasan jalan yang menghubungkan pemukiman warga dengan perkebunan sekaligus jalur utama menuju pusat ekonomi desa.
Hari-hari awal penuh tantangan. Matahari menyengat, debu beterbangan, suara alat berat bercampur teriakan komando prajurit. Namun tak ada yang mundur. Warga ikut turun tangan, dari bapak-bapak hingga anak muda.

“Kalau hanya TNI yang kerja, tidak akan selesai. Kami pun harus ambil bagian. Ini jalan untuk kami juga,” kata Rustam, pemuda desa yang sehari-hari bekerja serabutan.
Hasil kerja keras itu kini terlihat jelas. Jalan tanah berlubang yang dulu membuat warga kesulitan kini berubah menjadi jalan keras dan rata. Tidak hanya mempermudah akses transportasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.
Musholla Hijau Yang Sejuk

Selain jalan, TMMD juga merenovasi tempat ibadah, salah satunya Musholla Al Huda Dusun Kampung Baru, yang selama ini tidak memiliki teras. Bukan hanya itu MCK juga di Bangun tepat di belakang Musholla agar mempermudah masyarakat untuk berwudhu dan sekaligus digunakan untuk keperluan masyarakat.
“Kalau hujan deras, air hujan menyusup kedalam, tapi sekarang, masyarakat sudah sangat nyaman beribadah karena sudah di bangun teras serta di renovasi menjadi Musholla hijau yang sejuk dan kamar mandi yang nyamanAf, kami tidak bisa balas apa-apa, hanya doa untuk bapak-bapak tentara,” ucapnya Tua Munte dengan mata berkaca-kaca.
Prajurit dan warga yang bergotong royong membangun Musholla itu menyadari, bahwa TMMD bukan sekadar proyek fisik, melainkan wujud kepedulian kemanusiaan.
Program Unggulan Kasad

Suatu kebahagian bagi masyarakat Tanjung Medan, sebab selain sasaran fisik dan non-fisik program TMMD juga melaksanakan Program unggulan KASAD yaitu sasaran fisik tambahan penyediaan sumber air dengan membangun sumur bor sebanyak 5 unit, karena masyarakat Tanjung Medan sulit mendapatkan air bersih.
Sumber air bersih sangatlah dibutuhkan Masyarakat Desa Tanjung Medan terkhusus ketika musim kemarau. Selama ini masyarakat harus menyelusuri perbukitan dengan berjalan dibebatuan yang terjal untuk dapat mengambil air bersih.
“Alhamdulilah bersyukur kepada Allah Swt, kami sangat terimakasih kepada Bapak TNI yang telah membangun Jalan dan sumur bor di Desa kami. Kami tidak lagi ke sungai untuk ambil air bersih,”ujar H. Khalifah Muhammad Yamin Rambe selaku tokoh agama di Desa Tanjung Medan.
Air mata H. Khalifah berlinang saat mengucapkan terimakasih kepada TNI khususnya Dansatgas TMMD, dan Bupati Labuhanbatu karena memilih Desanya mendapat kemudahan air bersih.
Tidak Hanya Fisik, Tapi Juga Non-Fisik

TMMD ke-125 juga menyentuh aspek non-fisik. Berbagai kegiatan sosial digelar: penyuluhan kesehatan, sosialisasi hukum, wawasan kebangsaan,Narkoba, hingga pelayanan kesehatan gratis.
Di balai desa yang sederhana, prajurit bersama dinas terkait memberi materi tentang bahaya narkoba, pentingnya kebersihan lingkungan, serta cara mengelola usaha kecil.
“Selama ini kami jarang dapat pelatihan semacam ini. Ternyata banyak hal kecil yang bisa dilakukan untuk menambah penghasilan,” ujar Winda, seorang ibu muda yang mulai belajar membuat olahan makanan ringan.
Suara dari Warga dan Prajurit

Kebersamaan yang terjalin selama sebulan melahirkan cerita penuh makna. Prajurit tinggal bersama warga, makan di rumah mereka, tidur di balai desa, bahkan ikut bermain bola bersama anak-anak.
“Awalnya kami canggung, tapi lama-lama terasa seperti keluarga sendiri. Ada yang panggil saya abang, ada juga yang minta saya ajarkan baris-berbaris,” kenang Serda Fadli, salah satu prajurit peserta TMMD.
Suara dari Para Pemimpin

Keberhasilan TMMD ke-125 juga tak lepas dari dukungan banyak pihak.
Danrem 022/Pantai Timur, Kolonel Inf Agus Supriyono, yang hadir menutup TMMD menegaskan:
“TMMD ini bukan akhir, melainkan awal perjalanan baru bagi desa. Warga harus menjaga dan merawat semua yang sudah dibangun.”
Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG (K), turut memberi apresiasi tinggi:
“TMMD membuktikan bahwa pembangunan bisa berjalan cepat bila ada gotong royong. Saya mewakili Pemkab Labuhanbatu mengucapkan terima kasih, dan berharap warga menjaga fasilitas ini dengan baik.”
Dansatgas TMMD, Letkol Inf Yudy Ardiyan Saputro, dalam laporannya menegaskan bahwa hasil TMMD merupakan kerja kolektif:
“Semua ini adalah bukti bahwa TNI dan rakyat tidak bisa dipisahkan. Kami hanya membantu, tapi yang menjaga keberlanjutan adalah warga.”
Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Medan, Muhammad Ali Barta Tambunan, menyampaikan rasa haru:
“Desa kami seperti bangkit kembali. Jalan terbuka, rumah warga lebih layak, dan semangat gotong royong hidup lagi.”

Dari sisi pengawasan, Tim Wasev (Pengawas dan Evaluasi) dari Mabes TNI juga memastikan bahwa semua pembangunan sesuai target. “Kegiatan ini tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga menyentuh kebutuhan prioritas masyarakat,” ungkap salah satu perwira Tim Wasev.
Penutup yang Haru

Setelah sebulan penuh, tibalah hari penutupan TMMD. Lapangan desa dipenuhi warga, pejabat daerah, dan prajurit. Suasana penuh haru, banyak pelukan, ucapan terima kasih, dan air mata bahagia.
Anak-anak berlari-lari sambil melambai tangan, seolah enggan berpisah dengan “abang-abang tentara” yang sudah menjadi bagian dari hidup mereka.
Sarman, petani sawit, menyimpulkan dengan kalimat sederhana namun mendalam:
“Jalan bisa rusak lagi, rumah bisa lapuk lagi, tapi rasa persaudaraan ini tidak akan pernah hilang.”
Kini, meski prajurit sudah kembali ke markas, Desa Tanjung Medan berdiri dengan wajah barunya: jalan terbuka, sumber air bersih, dan semangat gotong royong kembali hidup.
TMMD ke-125 meninggalkan jejak lebih dalam dari sekadar bangunan. Ia adalah warisan nilai bahwa ketika rakyat dan TNI bersatu, tidak ada yang mustahil.
