Ratusan Guru TK, SD dan SMP Medan Berstatus ASN dan P3K Tuntut Kesejahteraan, Minta Peraturan Walikota Medan Nomor 1 Tahun 2023 Dihapus
METRORAKYAT. COM, MEDAN – Sebanyak seratusan lebih tenaga pendidik (guru) Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama menggelar aksi damai menuntut kesejahteraan yang layak seperti tambahan 50% dari TPG untuk gaji 14 dan (THR) dan 50℅ dari TPG untuk gaji ke 13 anggaran 2023 sesuai dengan PP No. 15 Tahun 2023, tambahan 100℅ dari TPG untuk gaji 14 (THR) dan tambahan 100℅ dari TPG untuk gaji ke 13 anggaran 2024 sesuai PP No. 14 Tahun 2024 dan tambahan 100℅ dari TPG untuk gaji 14 (THR) dan tambahan 100℅ gaji ke 13 anggaran 2024 sesuai PP No. 11 Tahun 2025.
Ratusan guru ASN dan P3K yang tergabung pada Dewan Pengurus Pusat FGBSU yang diketahui oleh Romi Halim Nasution, S.Pd., M.Pd, ini menuntut penghapusan Peraturan Walikota Medan Nomor 1 Tahun 2023 Tentang TPP guru sebesar Rp. 220.000/bulan. Bahkan para tenaga pendidik yang sudah mengabdi puluhan tahun sebagai guru ini juga meminta agar dirubah waktu presensi pulang untuk guru, artinya, siswa pulang guru juga pulang.
Salah seorang guru yang mengaku sebagai pengajar SMPN 40 Medan, Dwi Sitepu aksi damai yang mereka lakukan adalah sebagai bentuk tuntutan hanya lewat spanduk dan aksi namun diam di kantor Walikota Medan dan Kantor DPRD Kota Medan.
“Selama ini kalau guru bersuara ditekan oleh dinas dan oknum aparat. Hal itu ditunjukkan akan dipersulit mengenai urusan kenaikan pangkat dan sertifikasi. Makanya yang hadir kebanyakan sudah mau pensiun lah bang, ” ujar Dwi.
Dwi mengaku jika mereka yang ikut aksi damai adalah guru ASN yang sudah pasrah namun berjuang untuk perubahan kesejahteraan para guru dan P3K di Kota Medan. “Aksi ini, kami juga tidak mendapat persetujuan dari kepada sekolah dan malah dilarang. Kami juga sengaja tidak membawa ikut serta para guru yang masih muda dan masih banyak jenjang agar tidak berdampak kepada mereka nantinya, ” ucap Dwi.
Para guru ini juga berharap ada kebijakannya baru dimasa kepemimpinan Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bagi para guru TK, SD dan SMP negeri dan P3K di kota Medan karena sejak dulu pata guru selalu kurang mendapat perhatian dari pemerintah. (MR/Irwan)
