Dicurigai Mencuri Satu Buah Tandan Sawit, Tangan Andika Patah Diduga Dipukul Security PT.Inecda
METRORAKYAT.COM, INHU – Hanya karena di duga telah melakukan pencurian satu buah kelapa sawit milik PT.Inecda warga Desa Tani makmur Andika menjadi korban penganiayaan oleh anggota security hingga mengalami patah tulang bagian tangan sebelah kiri karena di duga di aniaya di pukul dengan menggunakan kayu oleh pihak keamanan security dibawah pengamanan outsorsing PT. Flobamora Bravo Indonesia ( FBI ).
Kejadian penganiayaan terjadi pada sore hari Jumat (2/5/2025) sekitar pukul 19.00 Wib, saat Andika membawa satu janjang buah sawit yang di duga katanya berasal dari areal kebun Inecda.
Dengan adanya kejadian penganiayaan yang di lakukan oleh pihak keamanan PT Inecda kepada warga nya sampai mengalami patah tulang, Kades Tani makmur M.Sulistiyono di dampingi Kasi Pemerintah Riduansyah mengecam keras perbuatan yang di lakukan oleh security PT.Inecda
“Ini sudah keterlaluan dan tidak di benarkan apa yang telah di lakukan security ini sudah penganiayaan hanya karena gara gara satu buah janjang sawit sampai segitunya mereka melakukan penangkapan dengan cara kekerasan hingga membuat tangan warga kita patah, ” geram kepala Desa.
Kepala Desa Tani Makmur ini pun meminta kepada pihak perusahaan membuat kebijakan yang sesuai dengan SOP dan mengambil langkah yang baik agar tidak melukai hati masyarakat sekitar. Perusahaan PT.Inecda juga di minta terutama pihak keamanan agar bisa menjaga batasan penjagaan jangan sampai melebihi wewenang nya melakukan pengamanan masuk kepada wilayah desa Tani Makmur. “Ini harus ada batasan sejauh mana mereka melakukan patroli,” terang kades.
Ketua Karang Taruna, Ardiansyah Sipahutar mengatakan, kejadian yang di alami warga dia pun meminta agar pihak perusahan PT.Inecda memberikan teguran keras kepada anggota security di bawah naungan PT.FBI untuk tidak lagi melakukan kekerasan seenaknya.
“Kami juga akan melakukan hal yang sama jika ini tidak di ubah sistem nya, kita pemuda akan lebih keras dari anggota Security PT.FBI yang secara brutal melakukan penganiayaan kepada warga, ” tegasnya.
“Kami Pemerintah Desa dan karang taruna desa Tani Makmur dan warga meminta kepada perusahaan PT.Inecda untuk melakukan tindakan kepada anggota security yang di rekrut oleh PT FBI, karena selama ini di anggap meresahkan masyarakat karena batas kerja mereka masuk ke dalam wilayah desa. Kita peringatkan jika ini terjadi kembali maka jangan salahkan kita bertindak, “jelasnya lagi.
Kasat security FBI Amja Yusuf saat melakukan klarifikasi dengan pemerintah desa yang di hadiri Kades M.Sulititono, Kasi Pemerintahan Riduansyah , ketua pemuda Ardiansyah dan toko pemuda, Rahmadi menjelaskan saat itu Kasat Security mendapat laporan seringnya kehilangan buah dan berondolan dari Asisten Afdiling 1 dan 6 di TPH dari laporan itu lah pada hari kamis tanggal (1/05/2025), kasat security memerintah kepada Danru untuk melakukan pengintaian dan penangkapan terhadap Andika di area perkebunan, karena selalu lolos dalam penangkapan kasat security memerintahkan kepada, Adi, kristo, Upe dan Anuar untuk melakukan pengepungan dan penangkapan di area kebun milik warga. Saat di lakukan penangkapan Andika sedang membawa satu janjang buah sawit mengendarai sepeda motor. “Ketika anggota kita melakukan penangkapan Andika mengeluar senjata tajam berupa celurit dengan mengayunkan ke arah anggota, seketika itu anggota security memukul Andika hingga ia terjatuh tersungkur, “jelas nya.
Mengenai patahnya tangan Andika sebutnya, kemungkinan jatuh dari sepeda motor ketika di pukul anggota dengan kayu. ” Kita dari perusahaan sudah menjenguk Andika ke rumah sakit dan perusahaan mengajukan untuk di rujuk ke Pekanbaru namun Adika memilih untuk melakukan perobatan melalui sakal puntung, “terangnya.
Meski alasan yang telah di Sampai oleh Amja Yusuf, Kepala Satuan keamanan PT.FBI, kepala desa dan Ketua Karang Taruna tidak terima dengan tindakan yang di lakukan security dan meminta kepada manejemen PT.Inecda untuk hadir di desa. (MR/Kusjul)
